Bulog Sumut Salurkan 7.192 Ton Beras SPHP, Jaga Stabilitas Harga Pangan di Medan
Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara telah menyalurkan 7.192 ton beras SPHP pada April 2026. Penyaluran masif ini melalui berbagai mitra untuk menjaga stabilitas harga pangan di Medan, antisipasi kenaikan harga gabah.
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) secara proaktif telah menyalurkan sebanyak 7.192 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang April 2026. Penyaluran masif ini dilakukan ke berbagai mitra strategis guna memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Bulog untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika pasar pangan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi fluktuasi harga. Penyaluran beras SPHP ini diharapkan dapat menjadi penyeimbang pasar, terutama menjelang momen-momen penting yang biasanya memicu kenaikan permintaan. Fokus utama adalah menjaga ketersediaan pasokan dan harga yang terjangkau bagi konsumen.
Distribusi beras SPHP ini bukan hanya sekadar penyaluran, melainkan strategi komprehensif untuk mengendalikan inflasi dari sektor pangan. Dengan intervensi langsung di pasar, Bulog Sumut berupaya memitigasi dampak dari kenaikan harga gabah di tingkat petani yang berpotensi mendorong harga beras eceran. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Strategi Penyaluran Beras SPHP Bulog Sumut
Penyaluran beras SPHP oleh Perum Bulog Sumut dilakukan melalui jaringan mitra yang luas dan terkoordinasi. Mitra-mitra ini mencakup berbagai saluran distribusi, mulai dari Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang melibatkan instansi pemerintah dan swasta, hingga pengecer di pasar-pasar rakyat tradisional. Selain itu, gerai pangan binaan pemerintah daerah juga turut menjadi garda terdepan dalam mendistribusikan beras SPHP ini ke masyarakat.
Budi Cahyanto menjelaskan bahwa kontribusi terbesar dalam penyaluran beras SPHP berasal dari Program Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan oleh TNI/Polri. Sekitar 33,43 persen dari total beras SPHP yang disalurkan pada April 2026 didistribusikan melalui program ini, menunjukkan sinergi kuat antarlembaga dalam menjaga ketahanan pangan.
Kerja sama yang erat dengan berbagai instansi terkait, termasuk pemerintah daerah, menjadi kunci keberhasilan program ini. Bulog Sumut terus menjalin komunikasi dan koordinasi untuk memastikan bahwa penyaluran beras SPHP dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan. Ketersediaan pasokan yang merata adalah prioritas utama dalam upaya stabilisasi harga pangan ini.
Antisipasi Kenaikan Harga dan Target Penyaluran
Langkah masif Bulog Sumut dalam menyalurkan beras SPHP tidak terlepas dari kondisi harga gabah di tingkat petani yang menunjukkan tren kenaikan. Harga gabah kering panen (GKP) saat ini mencapai Rp7.000 hingga Rp7.500 per kilogram, sebuah level yang berpotensi memicu kenaikan harga beras di pasaran. Intervensi Bulog diharapkan dapat meredam dampak kenaikan ini agar tidak membebani konsumen.
Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Bulog Sumut berkomitmen untuk terus menyalurkan beras SPHP dengan volume yang signifikan setiap harinya. Rata-rata penyaluran harian berkisar antara 600 hingga 700 ton, memastikan pasokan yang stabil dan berkelanjutan di pasar. Volume penyaluran yang konsisten ini menjadi instrumen efektif untuk mengendalikan gejolak harga.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai sekitar 14 persen dari total alokasi yang ditetapkan hingga Desember 2026. Bulog Sumut memiliki target alokasi sebesar 49.403 ton beras SPHP untuk periode tersebut, menunjukkan skala intervensi yang besar dan berkelanjutan.
Meskipun harga jual di lapangan dapat menyesuaikan kebijakan masing-masing instansi mitra, Bulog Sumut menegaskan bahwa ketentuan harga tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. HET untuk beras SPHP adalah Rp13.100 per kilogram, memastikan bahwa beras berkualitas tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
Sumber: AntaraNews