Bulog Kalteng Gencarkan Distribusi Beras SPHP, Jaga Stabilitas Harga Pangan
Perum Bulog Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menggalakkan distribusi beras SPHP untuk menjaga stabilitas harga pangan, memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi pasar.
Palangka Raya – Perum Bulog Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) secara aktif menggelontorkan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) demi menjaga stabilitas harga komoditas pokok di daerah tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan dan menekan laju inflasi.
Hingga saat ini, Bulog Kalteng telah mendistribusikan sekitar 1.600 ton beras SPHP ke berbagai titik di Kalimantan Tengah. Distribusi masif ini bertujuan untuk menstabilkan harga di pasaran yang kerap bergejolak. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Pemimpin Bulog Wilayah Kalteng, Erwin Budiana, menyatakan bahwa distribusi beras SPHP sangat efektif dalam menjaga daya beli masyarakat. Ketersediaan beras dengan harga terjangkau menjadi kunci utama untuk stabilitas ekonomi rumah tangga. Hal ini juga berdampak positif pada stabilitas harga secara keseluruhan di pasaran daerah.
Upaya Bulog Kalteng dalam Stabilisasi Harga Pangan
Distribusi beras SPHP oleh Bulog Kalteng merupakan strategi vital dalam mengendalikan harga pangan di wilayah tersebut. Dengan menggelontorkan 1.600 ton beras, Bulog berupaya meredam lonjakan harga yang dapat memberatkan konsumen. Inisiatif ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP di Kalimantan Tengah ditetapkan sebesar Rp13.100 per kilogram. Alternatifnya, beras ini juga tersedia dalam kemasan lima kilogram seharga Rp65.500. Angka ini jauh lebih kompetitif dibandingkan harga beras medium yang rata-rata mencapai Rp14.324 per kilogram, serta beras premium yang bisa menyentuh Rp16.899 per kilogram. Perbedaan harga yang signifikan ini memberikan keuntungan langsung bagi konsumen.
Kehadiran beras SPHP dengan harga yang lebih murah ini diharapkan dapat menjadi penyeimbang di pasar. Bulog Kalteng berkomitmen untuk terus memastikan pasokan beras yang cukup. Ini dilakukan agar masyarakat memiliki akses terhadap pangan berkualitas dengan harga yang wajar. Upaya ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Strategi Distribusi dan Ketersediaan Beras SPHP
Bulog Kalteng menerapkan strategi distribusi yang beragam untuk memastikan beras SPHP sampai ke tangan konsumen secara efisien. Erwin Budiana menjelaskan, beras SPHP disalurkan melalui berbagai saluran penjualan. Saluran tersebut meliputi toko-toko mitra baik di dalam maupun di luar pasar tradisional, koperasi, serta Rumah Pangan Kita (RPK).
Jumlah mitra SPHP di seluruh Kalimantan Tengah saat ini mencapai 234 titik penjualan. Jaringan distribusi yang luas ini memungkinkan aksesibilitas yang lebih baik bagi masyarakat. Selain itu, Bulog juga aktif berkolaborasi dengan instansi pemerintah setempat dalam menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau pasar murah. Kegiatan ini memungkinkan penjualan langsung beras SPHP kepada konsumen, memangkas rantai distribusi.
Ketersediaan beras SPHP di wilayah Kalteng bersifat dinamis, dengan stok saat ini mencapai 285.905 kilogram atau sekitar 285,91 ton. Jumlah ini akan terus diperbarui dan ditambah secara berkala sesuai dengan kebutuhan pasar dan target penyaluran. Untuk tahun 2026 ini, Bulog Kalteng menargetkan penyaluran beras SPHP sebanyak 8.469 ton, menunjukkan komitmen besar dalam menjaga pasokan pangan.
Kualitas dan Standar Beras SPHP Bulog
Beras SPHP yang didistribusikan oleh Bulog memiliki standar kualitas medium yang telah ditetapkan. Erwin Budiana menjelaskan bahwa beras ini memiliki derajat sosoh minimal 95 persen. Selain itu, butir patah maksimal 25 persen, butir menir maksimal 2 persen, dan kadar air maksimal 14 persen. Spesifikasi ini menjamin bahwa beras yang sampai ke masyarakat adalah produk yang layak konsumsi dan berkualitas.
Meskipun memiliki kualitas medium, Bulog memastikan bahwa beras SPHP tetap memenuhi standar yang baik. Secara visual, beras SPHP mungkin berbeda dengan beras kualitas premium, namun kualitas gizi dan keamanannya terjamin. Hal ini penting untuk memberikan pilihan yang terjangkau tanpa mengorbankan kualitas dasar.
Bulog secara rutin melakukan perawatan ketat terhadap beras yang disimpan di gudang-gudang mereka. Prosedur perawatan ini bertujuan untuk menjaga kualitas beras agar tetap prima hingga didistribusikan kepada konsumen. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan kualitas beras SPHP yang disalurkan oleh Bulog Kalteng.
Sumber: AntaraNews