BKN: Faktanya, Keinginan Gen Z Jadi CPNS Masih Besar
Antusiasme Gen Z untuk berseragam PNS masih sangat besar. Terlihat dari jumlah pelamar pada seleksi CPNS 2024 lalu.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) membuka pintu selebar-lebarnya bagi para anak muda kelahiran 1997-2012, alias Gen Z untuk bergabung menjadi aparatur sipil negara (ASN) melalui perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Kepala Pusat Perencanaan Kebutuhan ASN BKN, Mohammad Ridwan mengatakan, antusiasme Gen Z untuk berseragam PNS masih sangat besar. Terlihat dari jumlah pelamar pada seleksi CPNS 2024 lalu.
"Faktanya, tetap saja demand atau keinginan gen Z masuk ke birokrasi tetap besar. . So, decreasing? No, faktanya begitu. Dari misalnya yang kemarin itu 250 ribu formasi CPNS, peserta dan pelamarnya hampir 3 juta," ujar Ridwan dalam sebuah sesi bincang yang ditayangkan virtual, Sabtu (21/6).
Menurut dia, Gen Z punya potensi yang sangat besar di dalam birokrasi. Selaras dengan keinginan BKN, bahwa ASN harus menjadi agen perubahan birokrasi, digital champion, pembawa katalis budaya baru, hingga duta inovasi layanan.
Ridwan menilai, Gen Z punya modalitas sangat besar terhadap hal itu. Apalagi, jika mengutip pernyataan Mackenzie, karakteristik anak muda usia 13-28 tahun idealis dan otentik.
"Kemudian digital champion, Anda semuanya adalah digital native. Apa bedanya? So, modalitas gen Z pas banget dengan apa yang diinginkan oleh birokrasi di Indonesia," ungkap dia.
Ingin Jadi Duta Inovasi dan Local Hero
Masih kata Mackenzie, sambung Ridwan, Gen Z pun kerap ingin tampil sebagai duta inovasi, local hero, dan menjunjung tinggi sebuah nilai (value driven). Dalam konteks pembawa katalis budaya baru, mereka juga dianggap punya pemikiran inklusif.
"So, enggak ada bedanya (antara ASN dan Gen Z). So, welcome to ASN sebagai gen Z," kata Ridwan.
"Ini peluang dan tantangan yang dihadapi kami di ASN. Sebenarnya Anda semua punya modalitas yang lebih dari cukup untuk itu," pungkas dia.