BEI dan S&P Dow Jones Bakal Luncurkan 3 Indeks Baru, Sasar Tarik Dana Investor Global
Ketiga indeks terbaru itu bakal melengkapi 45 indeks saham milik BEI yang digunakan sebagai acuan oleh 74 produk investasi pasif.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerjasama dengan S&P Dow Jones Indices bakal meluncurkan tiga indeks saham terbaru pada 3 November 2025, yakni S&P/IDX Indonesia ESG Tilted Opportunity, S&P/IDX Dividend Opportunities, dan S&P/IDX Shariah High Dividend.
Ketiga indeks terbaru itu bakal melengkapi 45 indeks saham milik BEI yang digunakan sebagai acuan oleh 74 produk investasi pasif, dengan total dana kelolaan mencapai Rp 16,4 triliun.
Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 Bursa Efek Indonesia Ignatius Denny Wicaksono mengatakan, pihaknya coba menggandeng perusahaan pemeringkat saham top global yang telah dikenal dengan indeks S&P 500.
"Semua orang pasti kenal S&P 500 lah, enggak ada yang enggak kenal kan. Nah kita coba menggandeng S&P bersama-sama dengan IDX. Kalau ini kita justru sebagai partnernya. Nanti yang menghitung dan juga menjalankan indeksnya itu dari S&P," ujarnya dalam sesi media briefing, Selasa (28/10/2025).
Harapannya, investor-investor yang biasa berinvestasi secara pasif nantinya bisa punya banyak pilihan alternatif untuk menyertakan modalnya.
"Dan juga harapan kita ke depannya, selain daripada local fund yang menggunakan indeks-indeks kita, kita harap dari global fund mulai ngelihat juga. Karena kan market kita udah makin maju nih, transaksi udah naik terus, market cap naik terus. Nah, ini saatnya kita coba show up juga ke global investors," imbuhnya.
Dorong Eksposur Emiten di Luar Negeri
Selain kerja sama penerbitan co-branding index, BEI dan S&P juga berkolaborasi untuk memperluas penggunaan indeks BEI oleh offshore fund managers atau index licensee di luar negeri.
Dalam kerjasama ini, S&P menyediakan asistensi dan dukungan untuk memasarkan indeks BEI melalui network dan client base S&P di luar negeri. Untuk meningkatkan eksposur indeks saham dan perusahaan tercatat (emiten) BEI di luar negeri.
"Jadi S&P bisa membantu kita mencari client base di luar negeri yang ingin pakai indeks saham di BEI. Ini merupakan langkah pertama sebenarnya untuk kita mendapatkan masukan, indeks kita perlu apa saja yang dikembangkan. Sehingga global fund ini bisa nanti menggunakan indeks kita," tuturnya.