LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Yusril kritik habis-habisan kebijakan ekonomi Jokowi

Dia menilai Jokowi salah langkah mengambil kebijakan perekonomian.

2015-10-26 14:30:57
Yusril Ihza Mahendra
Advertisement

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengkritik keras kinerja pemerintahan Jokowi-JK, terutama pada sektor ekonomi. Dia menilai Jokowi salah langkah mengambil kebijakan perekonomian.

"Di negara manapun, di dunia ini ekonomi sedang menurun, tidak ada pemerintah meningkatkan kenaikan pajak saat ekonomi terpuruk, kecuali Jokowi," tegas Yusril saat jumpa pers satu tahun pemerintahan Jokowi-JK di kantor Pusat DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (26/10).

Yusril juga menilai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 tidak masuk akal dan tidak berdampak pada perekonomian rakyat Indonesia.

"Setelah melakukan pengkajian, RAPBN 2016 tidak realistis dan tidak memberikan harapan ekonomi bangsa kita," tegasnya.

Kami dari Partai Bulan Bintang (PBB), sambung Yusril, menganggap RAPBN 2016 itu mengandung kelemahan prinsipil dan dalam menyusun APBN 2016 ini tidak realistis.

"Dan asumsi anggaran itu tidak sesuai dengan kenyataan. Jauh dari yang diharapkan pemerintah. Angka-angka ekonomi tidak menggambarkan kenyataan yang sebenarnya," tegas Yusril.

Asumsi dasar ekonomi makro yang digunakan pemerintah dalam menyusun RAPBN 2016 dianggap tidak realistis, terutama jika dihadapkan pada perkembangan nyata ekonomi makro yang sebenarnya.

"Kita ambil contoh, dalam menetapkan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen dan laju inflasi sebesar 4,7 persen dari tahun ke tahun. Angka nilai rupiah yang dipatok Rp 13.400/per US dolar. Belum lagi asumsi dasar harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia yang dipatok sebesar 60 US dolar per barel, dengan lifting minyak 830 ribu barel per hari, itu sungguh-sungguh tidak realistis," tandasnya.

Baca juga:
Yusril khawatir 4 BUMN pembangun kereta cepat dikuasai China
Yusril sentil Jokowi soal kereta cepat, tol & pesawat belum cukup?
Yusril minta Menteri Yasonna cabut SK pengurus Golkar munas Ancol
STIE GICI ditutup, Yusril layangkan surat keberatan ke Kemenristek
Bagi-bagi beras Jokowi dikritik Yusril, ini pembelaan PDIP
Sesumbar Yusril mau nyapres lagi di 2019 sampai sindir Jokowi

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.