PKS Tegaskan Komitmen Dorong Pendidikan Bermutu untuk Generasi Emas
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmennya untuk mendorong pendidikan bermutu bagi generasi emas berkarakter melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, menyerukan kader menjadi pusat keunggulan pendidikan.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara tegas menyatakan komitmennya untuk memajukan pendidikan yang bermutu tinggi bagi pembentukan generasi emas Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang bertema "Pendidikan Bermutu untuk Generasi Emas Berkarakter". Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 9 Mei, dan menjadi platform bagi PKS untuk menggarisbawahi pentingnya kualitas pendidikan.
Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, dalam kesempatan tersebut menyerukan kepada seluruh kader partai untuk berperan aktif sebagai pusat keunggulan dalam bidang pendidikan. Ia menekankan bahwa pendidikan harus sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, yakni meningkatkan iman, takwa, akhlak mulia, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
Komitmen ini tidak hanya berhenti pada pernyataan, melainkan diwujudkan melalui berbagai upaya nyata. PKS berupaya memastikan bahwa setiap aspek pendidikan, mulai dari lingkungan keluarga hingga ruang digital, diisi dengan nilai-nilai positif dan konstruktif, demi masa depan anak bangsa yang lebih cerah.
PKS Serukan Kader Jadi Pusat Keunggulan Pendidikan
Presiden PKS Almuzzammil Yusuf menegaskan pentingnya peran kader PKS dalam memajukan kualitas pendidikan di Indonesia. Ia mengajak seluruh kader untuk memulai perubahan dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga, kemudian meluas ke lingkungan masyarakat. Almuzzammil juga menyoroti penggunaan teknologi digital, meminta kader untuk mengisi platform digital dengan konten positif, mengingat anak-anak kini lebih banyak berinteraksi dengan gawai.
Seruan ini merupakan bagian dari visi PKS untuk menciptakan Pendidikan Bermutu yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan karakter dan moral. Pendidikan yang diinginkan PKS adalah pendidikan yang mampu meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia, selaras dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan UUD 1945.
Dengan demikian, PKS bertekad untuk menjadi pelopor dalam mewujudkan sistem pendidikan yang komprehensif, yang tidak hanya menghasilkan individu cerdas tetapi juga berintegritas tinggi. Komitmen ini diharapkan dapat mendorong terciptanya generasi emas yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal spiritual dan intelektual yang kuat.
Dukungan Nyata PKS untuk Pelajar dan Guru Inspiratif
Sebagai wujud konkret dari komitmennya terhadap Pendidikan Bermutu, PKS memberikan bantuan pendidikan secara simbolis kepada 24 pelajar. Bantuan ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, menunjukkan perhatian PKS terhadap seluruh spektrum pendidikan.
Selain dukungan untuk pelajar, PKS juga memberikan apresiasi tinggi kepada 24 guru inspiratif dari berbagai daerah di Indonesia. Para guru ini memiliki kisah perjuangan yang beragam, mulai dari penggerak sekolah adiwiyata di Kota Bogor, Jawa Barat, guru yang menempuh perjalanan 70 kilometer untuk mengajar, hingga penyintas banjir bandang di Aceh yang tetap berdedikasi.
Angka 24 yang digunakan dalam pemberian bantuan dan apresiasi ini memiliki makna simbolis, yaitu menandai Milad PKS yang ke-24. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap pendidikan telah menjadi bagian integral dari perjalanan dan identitas partai selama lebih dari dua dekade.
Perjuangan Fraksi PKS dan Kontribusi Ketahanan Pangan
Presiden PKS Almuzzammil Yusuf juga menyampaikan apresiasi kepada Fraksi PKS DPR RI atas perjuangan mereka dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Fraksi PKS secara konsisten mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas), memastikan bahwa regulasi yang dihasilkan dapat mendukung terciptanya Pendidikan Bermutu dan memberikan keadilan bagi para pendidik.
Di samping itu, PKS juga menunjukkan kepedulian terhadap isu ketahanan pangan berbasis keluarga. Dalam kegiatan peringatan Hardiknas tersebut, PKS memberikan biji sayur-sayuran kepada guru yang hadir secara langsung. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong peran serta partai dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, yang secara tidak langsung juga mendukung lingkungan belajar yang sehat.
Langkah-langkah ini menegaskan bahwa PKS melihat pendidikan sebagai sebuah ekosistem yang luas, yang tidak hanya mencakup aspek formal di sekolah, tetapi juga dukungan terhadap kesejahteraan pendidik dan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan anak-anak.
Sumber: AntaraNews