Waspada Penipuan Modus Rekrutmen Masuk Polri, Segera Lapor ke Sini
Polri menggandeng pengawas internal dan eksternal untuk memastikan proses berjalan bersih dan terbuka.
Polri membuka jalur pengaduan untuk memberantas calo rekrutmen terpadu anggota kepolisian. Masyarakat diminta tak ragu melapor, setiap aduan dipastikan diproses.
Wakil Inspektur Pengawasan Umum (Wairwasum) Polri, Irjen Merdisyam mengatakan pengawasan rekrutmen diperketat sejak awal. Polri menggandeng pengawas internal dan eksternal untuk memastikan proses berjalan bersih dan terbuka.
“Kita membuka pengaduan. Jadi tadi sudah disampaikan, jika ada masyarakat yang menemukan atau mendapatkan seperti tadi tawaran-tawaran itu, adukan! Kita secara terbuka di situ ada pengaduan masyarakat, Dumas kita. Dumas di Inspektorat maupun Dumas di Propam,” kata Merdisyam di Polda Metro Jaya, Jumat (10/4).
Seleksi Masuk Polri Transparan
Dia menerangkan, seluruh tahapan seleksi digelar transparan. Peserta langsung mengetahui hasil lewat sistem “one day service”. Skema ini diklaim menutup celah permainan.
Polri juga menyiapkan kanal pelaporan, mulai Inspektorat, Propam, hingga sistem digital berbasis pemindaian kode.
"Tadi sudah ini salah satu bentuk upaya dari Polda Metro ya, bahwa rekrutmen, eh dari Mabes Polri, jadi kalaupun tidak mau mengadu secara langsung bisa mengadu lewat di-scan," ucap dia.
Merdisyam menjamin setiap laporan ditindaklanjuti. Mekanisme ini disebut untuk mencegah praktik transaksional dan manipulasi dalam rekrutmen.
"Ya, jadi keterbukaan itulah yang kita ingin wujudkan dengan bentuk transparansi laporan dari masyarakat gitu," ucap dia.
"Dan yakinlah pasti akan diproses. Itu salah satu juga mencegah bagaimana terjadinya transaksional di dalam proses rekrutmen ini, terusnya terjadinya unsur-unsur apa manipulatif, ya silakan kita sudah punya hotline-nya dan bisa langsung diadukan," sambung dia.
Pengawasan Libatkan Kompolnas
Pengawasan ini juga melibatkan Kompolnas serta pihak eksternal lain seperti Dukcapil, IDI, psikolog, universitas, dan LSM untuk memastikan seleksi berjalan akuntabel.
Ketua Harian Kompolnas Arief Wicaksono Sudiutomo mengatakan keterlibatan pihak eksternal bertujuan menjaga akuntabilitas sekaligus membuka ruang partisipasi publik.
Masyarakat, termasuk keluarga peserta, dapat memanfaatkan berbagai platform yang disiapkan untuk menyampaikan keluhan atau pengaduan selama proses seleksi berlangsung.
"Ini bisa menanyakan langsung apabila ada beberapa keluhan. Dan yang paling penting dalam hal proses penerimaan terpadu ini, di samping bersih, transparan, akuntabel, dan humanis, itu ada semacam added value atau nilai tambah," ucap dia.
Sementara itu, Kompolnas Mohammad Choirul Anam atau Cak Anam mengingatkan masyarakat agar tak percaya janji kelulusan. Dia menegaskan mekanisme seleksi sulit ditembus praktik curang.
“Kalau ada yang menjamin lolos dan minta duit, jangan pernah percaya,” katanya.
Anam juga mendorong peserta aktif mengawasi proses seleksi. Jika menemukan kejanggalan, peserta diminta langsung melapor.
"Laporkan! Laporkan kepada kepolisian, minimal laporkan kepada Propam, kepada Itwasda kalau di daerah, kepada Kompolnas monggo, sama Itwasum kalau di pusat. Jadi kami mengajak seluruh masyarakat untuk juga bagian dari pengawasan," tandas dia.