Wamen HAM: Mahasiswa Penggerak HAM Vital untuk Penegakan HAM Nasional
Wakil Menteri HAM Mugiyanto menekankan peran krusial mahasiswa sebagai Mahasiswa Penggerak HAM di era digital, kunci utama dalam menguatkan penegakan HAM di Indonesia.
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Mugiyanto, baru-baru ini secara tegas mendorong peran strategis generasi muda, khususnya mahasiswa, sebagai garda terdepan dalam penguatan penegakan HAM di Indonesia. Pernyataan penting ini disampaikannya dalam sebuah kuliah umum yang menarik perhatian banyak pihak di Pontianak. Ia melihat potensi besar pada kalangan akademisi muda.
Acara tersebut berlangsung di Kampus Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, di mana Mugiyanto menyoroti vitalnya peran mahasiswa. Mereka dianggap sebagai simpul masa depan penegakan HAM, terutama dengan kemampuan adaptasi mereka di era digital yang sangat dinamis. Kehadiran dan partisipasi aktif mereka sangat krusial dalam membangun narasi positif di berbagai platform.
Di hadapan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, Wamen HAM menekankan bahwa kelompok ini, khususnya generasi Z, adalah kunci utama. Mereka diharapkan mampu menjadi juru bicara atau "spokesperson" untuk isu-isu penting seperti keberagaman, toleransi, dan kemanusiaan. Ini penting untuk menyebarkan informasi berbasis nalar dan pemikiran kritis di tengah masyarakat.
Peran Strategis Mahasiswa di Ruang Digital
Dalam paparannya, Wamen HAM Mugiyanto memotret pola aktivitas digital generasi Z sebagai peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, ruang digital bukan hanya sekadar tempat berekspresi bebas, tetapi juga merupakan arena penting untuk penanaman nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Lebih dari itu, ruang digital juga berfungsi sebagai wadah pembentukan wacana publik yang konstruktif dan inklusif.
Dengan posisinya yang strategis tersebut, Mugiyanto secara khusus menempatkan mahasiswa sebagai aktor utama yang memiliki kapasitas untuk melawan narasi intoleransi. Mereka diharapkan mampu menguatkan pesan-pesan keberagaman di tengah derasnya arus informasi yang kadang menyesatkan. Peran ini menjadi sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan persatuan bangsa.
Mugiyanto secara eksplisit menyatakan bahwa, "Kami ingin mahasiswa menjadi spokesperson terkait HAM, keberagaman, toleransi, dan hal-hal yang baik, termasuk kemampuan berpikir kritis." Pernyataan ini menunjukkan harapan besar agar mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten positif. Kemampuan berpikir kritis menjadi modal utama dalam menyikapi berbagai isu kompleks.
Kolaborasi Kampus untuk Penguatan HAM
Wamen HAM juga menyinggung kedekatannya dengan Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, yang menurutnya memiliki karakteristik unik. Kampus tersebut dikenal dengan budaya akademik yang hidup dan dinamis, ditandai dengan mahasiswa yang aktif. Mereka terlibat dalam riset, advokasi, serta berbagai forum diskusi terkait isu-isu HAM yang relevan.
Ia menyebutkan bahwa pimpinan kampus memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan nilai-nilai HAM terintegrasi secara menyeluruh. Integrasi ini diharapkan terjadi mulai dari ruang kelas, melalui organisasi kemahasiswaan, hingga dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat. UPB dinilai memiliki "kapasitas akademik yang solid," khususnya pada Fakultas Hukumnya yang selama ini aktif memberikan masukan kebijakan.
Dalam kesempatan yang sama, Mugiyanto mengumumkan rencana Kementerian HAM untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan UPB Pontianak. Kolaborasi strategis ini nantinya akan meliputi beberapa aspek penting, seperti penyusunan usulan kebijakan masyarakat adat. Selain itu, kerja sama ini juga akan fokus pada penguatan regulasi yang lebih berpihak pada kelompok rentan, serta pengembangan kajian akademik mendalam tentang isu-isu HAM.
Posisi Rektor UPB Pontianak, Dr. Purwanto, sebagai Koordinator Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Kalbar, juga dinilai sangat strategis. Perannya diharapkan mampu memperluas jejaring dan kolaborasi lintas kampus dalam upaya penguatan HAM di wilayah Kalimantan Barat. Mugiyanto menegaskan, "Kami ingin bekerja sama dengan erat untuk melakukan penguatan HAM di Indonesia melalui kampus."
Sumber: AntaraNews