Tragedi Malam Sabtu di Pacitan: Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Keluarga Mantan Istri, Diduga Sakit Hati Perceraian
Polisi terus memburu WW, terduga pelaku pembunuhan keluarga mantan istri di Pacitan yang menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya, diduga motif sakit hati perceraian.
Kepolisian Resor Pacitan, Jawa Timur, saat ini tengah gencar memburu seorang pria berinisial WW (38). Ia adalah terduga pelaku pembunuhan sadis terhadap mantan mertua dan penyerangan terhadap empat anggota keluarga mantan istrinya.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu malam (20/9) di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Pacitan. Insiden tersebut menyebabkan satu korban tewas dan empat lainnya mengalami luka serius yang kini dirawat di rumah sakit.
Motif di balik aksi keji ini diduga kuat berkaitan dengan persoalan rumah tangga. Pelaku dikabarkan sakit hati karena perceraian dan rencana mantan istrinya untuk menikah lagi, memicu amarah hingga berujung pada penyerangan brutal.
Kronologi Penyerangan Sadis di Desa Temon
Insiden mengerikan ini bermula ketika WW mendatangi rumah mantan istrinya, Miswati, pada Sabtu malam (20/9). Kedatangan pelaku yang tiba-tiba ini mengejutkan seluruh anggota keluarga yang berada di rumah. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung melancarkan serangan menggunakan senjata tajam kepada para korban yang berada di lokasi, menciptakan kepanikan yang luar biasa.
Akibat penyerangan brutal tersebut, Tiwi, mantan mertua pelaku, tewas di tempat kejadian. Ia mengalami luka sayatan serius di bagian leher yang menyebabkan kematiannya secara langsung.
Empat korban lain yang merupakan mantan istri, ipar, dan keponakan pelaku juga tidak luput dari serangan. Mereka mengalami luka serius dan segera dilarikan ke RSUD dr. Darsono untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Motif Asmara dan Tantangan Pencarian Pelaku Pembunuhan Pacitan
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menjelaskan bahwa dugaan sementara motif pelaku adalah persoalan rumah tangga. "Pelaku sakit hati karena perceraian dan rencana mantan istrinya untuk menikah lagi," ujar Ayub.
Pencarian terhadap WW kini melibatkan warga setempat, namun petugas menghadapi kesulitan besar. Kondisi hutan yang lebat, luas, dan minim penerangan di sekitar Desa Temon menjadi kendala utama dalam upaya penangkapan.
"Masyarakat ikut membantu. Tapi pencarian terkendala medan hutan yang luas dan minim penerangan," kata AKBP Ayub Diponegoro Azhar, menggambarkan sulitnya medan. Tim gabungan dari kepolisian dan warga setempat terus melakukan penyisiran intensif di seluruh area hutan. Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti relevan untuk membantu penyelidikan lebih lanjut. Selain melukai beberapa orang, pelaku juga diduga membawa Bima (17), anak korban, yang hingga kini belum ditemukan keberadaannya, menambah kompleksitas kasus pembunuhan Pacitan ini.
Sumber: AntaraNews