Tiga Sekolah Siswanya Keracunan MBG di Bandung Barat Terapkan Belajar di Rumah
Penerapan belajar di rumah tersebut dilakukan sehubung dengan pemulihan para siswa terdampak usai menyantap MBG.
Sejumlah sekolah di Kabupaten Bandung Barat memberlakukan belajar di rumah. Belajar di rumah tersebut diterapkan pada sekolah siswanya mengalami keracunan diduga usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Barat, Nonong Winarni mengatakan, penerapan belajar di rumah tersebut dilakukan sehubung dengan pemulihan para siswa terdampak usai menyantap MBG.
"Sekolah di Kabupaten Bandung Barat tidak diliburkan, tetap berlangsung kegiatan pembelajaran seperti biasa. Hanya untuk sekolah yang pada hari Selasa dan Rabu kemarin murid-muridnya mengalami keracunan, sementara dilakukan pembelajaran di rumah, sambil memulihkan kondisi kesehatan," kata Nonong saat dikonfirmasi lewat pesan singkat Kamis (25/9), dikutip Jumat (26/9).
Nonong mengatakan bahwa sejumlah sekolah menerapkan belajar di antaranya SMK Karya Perjuangan, SMK Pembangunan, dan SMKN 1 Cihampelas.
Nonong menambahkan pemberlakuan belajar di rumah tersebut berlangsung mulai Kamis (25/9). Para siswa, kata dia, akan kembali belajar di sekolah pada awal pekan depan.
“Senin (29 September 2025) masuk lagi,” kata dia.
Jumlah Siswa Keracunan
Kepala Sekolah SMK Karya Perjuangan, Jafar mengonfirmasi hal tersebut. Dia mengatakan para siswa berpindah belajar di rumah.
SMK Karya Perjuangan Cipongkor, merupakan salah satu sekolah yang siswanya mengalami gejala keracunan diduga usai menyantap MBG bersama Raudhatul Athfal (RA) Miftahul Falah, Madrasah Tsanawiyah (MTS) Manarul Huda yang berada di satu yayasan pada Rabu (23/9).
“Hari ini diliburkan kemungkinan sampai besok. Baru masuk Senin,” kata Jafar saat dijumpai Kamis (25/9).
Jafar mengatakan, ada 334 siswa dari tiga sekolah tersebut. Sebanyak 89 siswa di antaranya diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG. Mereka mengalami gejala keracunan usai menyantap sajian MBG yang didistribusikan oleh Dapur SPPG Neglasari, Cipongkor.
“Ada 89 kemarin yang mengalami dugaan keracunan itu,” kata Jafar.