Terungkap Fakta Baru Kematian Sejoli di Surabaya
Hamdan diutus langsung oleh keluarga korban dari Madura untuk memastikan identitas jenazah yang ditemukan di lokasi kejadian.
Kematian sejoli berinisial NA (29) asal Lamongan dan H (27) asal Madura di sebuah kamar kos kawasan Jalan Sidosermo Indah, Surabaya, pada Kamis (10/4), masih menyisakan banyak tanda tanya. Namun, potongan fakta mulai terkuak, termasuk hubungan keduanya yang ternyata sudah menikah siri sejak lima bulan lalu.
Hamdan Muafi (29), kerabat dari korban pria, mengaku awalnya tak menyadari salah satu korban adalah teman dekatnya sendiri.
"Saya kenal korban H sudah lama, mulai dari semester 1 kuliah, satu kontrakan, satu kosan, yang hari-harinya sama saya. Nah malah saya dapat info dari media, saya enggak ngeh kalau temen saya itu jadi korban," katanya, Jumat (11/4).
Hamdan diutus langsung oleh keluarga korban dari Madura untuk memastikan identitas jenazah yang ditemukan di lokasi kejadian.
"Setelah saya selidiki, ternyata 90 persen mirip, setelah itu, saya ke RS Bhayangkara untuk memastikan. Iya saya diutus dari keluarga Madura bahwa korban itu benar H," ucapnya.
Sudah Menikah Siri Sejak November 2024
Menurut Hamdan, H dan NA telah menikah secara siri sejak lima bulan lalu, tepatnya sekitar November 2024. Ia juga menyebut keduanya berencana menggelar pesta pernikahan resmi dalam waktu dekat.
"Ini perlu saya luruskan, sebenarnya teman saya ini sudah menikah siri sejak 5 bulan lalu, kisaran bulan November 2024," tegasnya.
"Dia mau menikah, dan sudah mendapatkan tanggal yang bagus, tahun ini. Tapi saya enggak tahu detailnya. Dan dia sudah menabung agar dapat menikah tahun ini," tambahnya.
Hamdan juga mengenal lebih dalam keseharian korban pria, yang disebut sebagai sosok cerdas, pekerja keras, dan berlatar belakang pendidikan hukum.
"Saya juga tahu kalau profesi si ceweknya juga perawat. Sering dibuat story dan segala macam. (H) Dia tekun usaha dan ulet dalam bekerja. Dia berpendidikan. Dia ambil kuliah jurusan hukum, S1. Dia ini orangnya pintar dan kalau sama saya dia suka debat terus soal hukum, kayak pengacara," katanya.
"Dia punya kayak usaha, kalau saya menyebutkan, konten kreator desain, bantu orang desain. Kalau ada titipan desain ucapan," tambah Hamdan.
Polisi Masih Tunggu Hasil Labfor
Kapolsek Wonocolo AKP Haryoko Widhi menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik untuk mengungkap penyebab pasti kematian sejoli tersebut.
"Masih menunggu Labfor," ujarnya singkat.
NA dan H ditemukan tewas setelah keluarga korban perempuan merasa curiga karena NA tak kunjung merespons panggilan telepon. Keluarga lalu meminta kerabatnya di Surabaya, Apriliani, untuk mengecek kos korban.
“Awalnya saya ditelepon kakaknya di Lamongan karena korban berulang kali ditelpon gak dijawab. Akhirnya saya suruh cek,” kata Apriliani.
Setibanya di lokasi, pintu kamar kos terkunci dari dalam. Usaha membukanya sempat terhambat karena tidak ada kunci cadangan. Pemilik kos yang dihubungi kemudian menyarankan untuk mendatangkan tukang kunci.
“Tapi karena enggak ada kuncinya saya disuruh nunggu yang bikin kunci, tapi lalu akhirnya dicongkel,” ujarnya.
Namun upaya membuka pintu tetap mengalami kesulitan karena tubuh salah satu korban menghalangi dari dalam. Apriliani yang panik kemudian meminta temannya menghubungi ambulans.