Teater Berdarah, Siswa Perankan Ibu Hamil Meninggal Dunia
Saat adegan bunuh diri, korban diduga menggunakan gunting asli.
Siswa SMK Dharma Pertiwi tidak pernah membayangkan bahwa pertunjukan teater berakhir dengan tragedi. Salah seorang siswa yang menjadi pemeran meninggal dunia sebelum pementasan tiba. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.
Peristiwa ini terjadi di Desa Cempaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung pada pertengahan pekan lalu. Siswa berinisial MRD (17) dinyatakan meninggal dunia diduga karena menggunakan properti senjata tajam sungguhan.
Kronologi
Dari informasi yang berhasil dihimpun, pementasan yang disajikan bertema kenakalan remaja. Dalam drama tersebut, MRD berperan sebagai seorang siswa perempuan yang hamil yang memutuskan bunuh diri.
Saat adegan bunuh diri, ia diduga menggunakan gunting asli. Menusukkan ke arah perut yang sudah dihalangi balon berisi cairan untuk efek darah.
Saksi yang berada di lokasi pada hari kejadian, Kamis (20/2) pagi, tiba-tiba melihat korban sempoyongan. Pihak sekolah akhirnya membawanya ke fasilitas kesehatan, namun pada akhirnya nyawanya tidak tertolong.
Pementasan drama teater itu merupakan bagian dari ujian praktik mata pelajaran Bahasa Indonesia. Siswa kelas XII dibagi menjadi beberapa kelompok dan menyiapkan cerita, naskah, menentukan siapa yang menjadi aktor hingga properti yang digunakan.
Kasus ini pun saat ini dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Polres Cimahi sudah memeriksa 13 orang saksi, mulai dari guru hingga siswa SMK Dharma Pertiwi. Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto belum bisa memberikan keterangan lebih detil.
Pemeriksaan Saksi
Meski begitu, ia menduga bahwa MRD di Tengah pementasan mencoba menusukkan benda tajam ke arah balon di balik bajunya.
"Betul 13 orang yang telah kita mintai keterangan secara marathon, 8 guru dan 5 siswa. Sampai saat ini masih pemeriksaan, nanti kita akan ekspose," ungkap Tri.
"Tiga kali melakukan percobaan. Satu kali di perut dan dua kali di dada sebelah kiri (balon gagal pecah), percobaan ke tiga masuk ke dalam rongga dada sebelah kiri. Sebelum kegiatan pentas sudah meminjam gunting asli dari temannya," dia melanjutkan.
Ketua Yayasan Al-Farami, Gama Alamsyah menyatakan bela sungkawa dengan kepergian salah seorang muridnya. Di sisi lain pementasan itu merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Semua Standar Operasional sudah ditentukan, termasuk melarang penggunaan barang yang berbahaya.
"Kami turut berduka dan berbelasungkawa terutama terhadap pihak keluarga. Kami sedang mencoba membangun komunikasi dengan pihak keluarga meminta waktu," ucap dia.