Tahukah Anda? Wagub Banten Tegaskan Peran PGRI sebagai Benteng Perlindungan dan Profesionalisme Guru
Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah menekankan Peran PGRI sebagai benteng perlindungan dan peningkatan profesionalisme guru. Apa saja empat peran strategis yang diungkapkannya?
Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah, baru-baru ini menegaskan pentingnya peran strategis Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Organisasi ini disebutnya sebagai benteng utama dalam melindungi profesi guru. Penegasan ini disampaikan pada momen penting Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) I PGRI Kabupaten Pandeglang.
Acara tersebut berlangsung di Pendopo Pandeglang, menjadi forum diskusi mengenai masa depan pendidikan. Dimyati Natakusumah menyatakan bahwa PGRI adalah wadah vital untuk menguatkan solidaritas. Selain itu, PGRI juga berperan dalam meningkatkan profesionalisme para pendidik di seluruh wilayah Banten.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan dan kemajuan bangsa sangat bergantung pada kualitas serta kesejahteraan guru. Jika PGRI memiliki kekuatan yang solid, maka kualitas pendidikan di Banten juga akan semakin kuat. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap peran organisasi guru.
Peran PGRI: Empat Pilar Utama bagi Guru
Dimyati Natakusumah secara spesifik menggarisbawahi empat peran krusial PGRI. Pertama, organisasi ini berfungsi memberikan perlindungan profesi bagi para guru. Kedua, PGRI berperan aktif dalam meningkatkan profesionalisme melalui pelatihan berkelanjutan.
Selanjutnya, peran ketiga adalah memperkuat solidaritas antar guru di berbagai tingkatan. Keempat, PGRI juga mendukung penuh upaya peningkatan kesejahteraan guru. Tujuannya agar mereka dapat mengajar dengan tenang dan fokus.
Ia menambahkan, kesuksesan individu, termasuk dirinya sebagai akademisi, politisi, bahkan wakil gubernur, tidak lepas dari jasa para guru. “Saya bisa menjadi akademisi, politisi, bahkan wakil gubernur, itu semua karena guru,” ujarnya. Kesuksesan siapapun, bahkan presiden sekalipun, tidak terlepas dari peran guru yang sangat fundamental.
Sinergi Pemerintah dan PGRI untuk Pendidikan Maju
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, turut memberikan pandangannya dalam Rapimkab tersebut. Ia berharap Rapimkab PGRI dapat melahirkan strategi konkret. Strategi ini diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks di era modern.
Dewi Setiani menyebut PGRI sebagai “rumah besar para guru”. Pemerintah Kabupaten Pandeglang menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis PGRI. Kemitraan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru. Selain itu, juga untuk memperjuangkan kesejahteraan serta peran guru di tengah masyarakat.
Ia juga mendorong penguatan literasi digital di kalangan guru. Pembentukan koperasi guru juga menjadi perhatian penting. Hal ini sejalan dengan upaya pembentukan karakter Generasi Emas 2045. Forum ini diharapkan menghasilkan gagasan nyata agar Pandeglang bisa sejajar dengan daerah lain.
Inovasi dan Transparansi Program PGRI Pandeglang
Ketua PGRI Pandeglang, Sutoto, melaporkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan. Program-program ini mencakup digitalisasi keanggotaan untuk efisiensi. Selain itu, tata kelola keuangan yang transparan juga menjadi fokus utama.
PGRI Pandeglang juga menjalin kerja sama dengan Baznas. Kerja sama ini bertujuan membantu guru berpenghasilan rendah. Dengan sistem iuran tunggal, tidak boleh ada iuran lain yang membebani anggota.
Sutoto menegaskan, fokus utama pada tahun pertama adalah penyertaan modal, dana sosial, dan operasional. Hal ini dilakukan agar PGRI dapat menjadi wadah profesionalisme, inovasi, dan solidaritas guru yang kuat. Forum Rapimkab I PGRI Pandeglang diharapkan menjadi acuan kebijakan organisasi untuk lima tahun ke depan. Semangat yang diusung adalah “Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat”.
Sumber: AntaraNews