Tahukah Anda? Mensos Usulkan Program Makan Bergizi Gratis Diperluas untuk Lansia dan Difabel Mulai 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengusulkan perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada lansia dan difabel, yang diharapkan terealisasi 2026. Akankah usulan ini disetujui Presiden?
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau akrab disapa Gus Ipul, mengusulkan perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto. Usulan ini disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Selasa (4/11) malam.
Program MBG yang saat ini menyasar kelompok tertentu diharapkan dapat mencakup masyarakat lanjut usia (lansia) dan kelompok difabel. Jika disetujui, perluasan ini ditargetkan mulai terealisasi pada tahun 2026.
Tujuan utama dari usulan ini adalah untuk memastikan kelompok rentan seperti lansia dan difabel juga mendapatkan asupan gizi yang memadai. Gus Ipul akan mendalami lebih lanjut dan melaporkan perkembangannya pada kesempatan lain kepada Presiden.
Perluasan Sasaran Program Makan Bergizi Gratis
Dalam rapat terbatas tersebut, Gus Ipul secara spesifik mengusulkan agar program Makan Bergizi Gratis juga dapat dinikmati oleh lansia dan penyandang disabilitas. Usulan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Gus Ipul menjelaskan bahwa jika usulan ini disetujui, para lansia dan difabel yang menjadi penerima MBG tidak akan dihapus dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) yang sudah ada. Bansos merupakan bagian dari perlindungan dan jaminan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar.
"Bansos itu bagian dari perlindungan dan jaminan sosial. Itu memang diberikan kepada yang membutuhkan, karena mereka harus mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya, termasuk di dalamnya jaminan kesehatan," kata Gus Ipul. Hal ini menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis akan menjadi tambahan, bukan pengganti, bagi bantuan yang sudah ada.
Latar Belakang dan Implementasi MBG Saat Ini
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu inisiatif prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pertama kali pada 6 Januari 2025. Implementasinya dilakukan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia untuk menjangkau masyarakat luas.
Saat ini, program Makan Bergizi Gratis difokuskan untuk anak-anak sekolah, anak-anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Fokus ini bertujuan untuk menjaga asupan gizi sejak masa kandungan hingga fase pertumbuhan anak, demi menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas.
Presiden Prabowo menargetkan bahwa hingga akhir tahun 2025, penerima manfaat program MBG akan mencapai 82,9 juta orang di 38 provinsi. Per akhir Oktober 2025, program Makan Bergizi Gratis ini telah menjangkau sekitar 40 juta orang di 38 provinsi dan 509 kabupaten/kota, menunjukkan progres yang signifikan.
Rapat Terbatas Presiden Bahas Pemberdayaan Masyarakat
Usulan perluasan program Makan Bergizi Gratis ini disampaikan dalam konteks rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI. Rapat tersebut fokus membahas program-program pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan UMKM, serta kesesuaian dan keterhubungan antarprogram pemberdayaan yang diluncurkan oleh pemerintah.
Pertemuan ini menunjukkan upaya serius pemerintah dalam mengintegrasikan berbagai kebijakan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Koordinasi antar kementerian menjadi kunci dalam keberhasilan implementasi program-program strategis.
Sejumlah menteri dan kepala lembaga turut hadir dalam rapat penting tersebut, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko. Kehadiran mereka menunjukkan koordinasi lintas sektor dalam merumuskan kebijakan yang komprehensif.
Sumber: AntaraNews