Sinergi TNI-Polri dan SKK Migas Gempur Mafia Migas
Dukungan ini ditegaskan sebagai bagian dari komitmen TNI untuk membantu menjaga ketertiban serta memastikan distribusi energi bersubsidi tepat sasaran.
Komandan Pusat Polisi Militer Mayjen TNI Nuryanto, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penegakan hukum dalam penanganan penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi ilegal. Dukungan ini ditegaskan sebagai bagian dari komitmen TNI untuk membantu menjaga ketertiban serta memastikan distribusi energi bersubsidi tepat sasaran.
"Kami menyampaikan pesan dari pimpinan bahwa TNI dengan Polri kita siap mendukung, kita akan melaksanakan penegakan hukum tanpa tebang pilih ya, terutama dalam penyalahgunaan BBM bersubsidi dan tabung gas LPG," kata dia dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Selasa (21/4).
Ia menegaskan, komitmen ini adalah upaya bagi TNI membersamai Polri dalam penegakan hukum di Indonesia.
Sejalan dengan itu, SKK Migas menegaskan komitmennya bersama Polri untuk bersinergi, khususnga dalam memperkuat tata kelola energi nasional sekaligus mendukung keberhasilan agenda pembangunan nasional, termasuk dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi.
Penegakan Hukum
Sekretaris SKK Migas, Luky Agung Yusgiantoro, menegaskan penegakan hukum yang dijalanlan oleh Polri memiliki dampak strategis dalam menciptakan kepastian hukum serta memastikan tata kelola energi nasional tetap transparan dan akuntabel.
"Kami di sektor hulu memastikan pasokan energi tersedia, sementara penegakan hukum di hilir memastikan distribusi energi tersebut dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran dan bebas dari praktik-praktik ilegal," kata Luky.
Dia menjamin bahwa kerja sama Polri dan SKK merupakan kolaborasi penting guna menjaga keamanan operasional dan melindingi objek vital nasional. Tak hanya itu, kerja sama ini juga untuk memastikan pasokan energi nasional berjalan dengan baik.
Wakabareskrim: Kalian Tetap Nekat, Saya Sikat
Polri berjanji akan memberantas para pelaku penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi. Wakabareskrim Polri, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin, menyatakan jika ada pihak-pihak yang coba bermain dengan migas, bakal disikat.
"Moto-nya masih tetap sama seperti kemarin rekan-rekan. Kalau kalian tetap nekat, tetap saya sikat," ungkap Nunung dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (21/4).
Nunung menegaskan, setiap biaya subsidi yang dikeluarkan oleh pemerintah harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.
"Jangan pernah menganggap subsidi negara sebagai celah untuk mencari keuntungan," tegasnya.
Sebab itu, ia dan jajaranya akan bertindak tegas pada para pelaku penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi. Polri bersama kementerian dan lembaga terkait akan terus berkoordinasi untuk mengungkap kasus tersebut.