Ratusan Umat Padati Misa Malam Paskah Rumengkor, Gereja Rusak Akibat Gempa
Meskipun Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor rusak parah akibat gempa, ratusan umat Katolik di Minahasa tetap khusyuk mengikuti Misa Malam Paskah, menunjukkan iman yang teguh.
Ratusan umat Katolik di Minahasa, Sulawesi Utara, memadati Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor untuk merayakan Misa Malam Paskah. Perayaan sakral ini berlangsung pada Sabtu (4/4) malam, mulai pukul 20.30 Wita hingga 23.30 Wita. Misa tetap dilaksanakan meskipun kondisi gereja mengalami kerusakan signifikan akibat gempa bumi yang melanda wilayah tersebut.
Perayaan Vigili Paskah yang penuh makna ini dipimpin langsung oleh Pastor Keuskupan Manado, Emmanuel Ohoiwutun. Misa diawali dengan Upacara Cahaya yang khidmat, dimulai dari depan gereja, menambah kekhusyukan suasana.
Sebelumnya, pada Kamis (2/4), gereja yang baru ditahbiskan dan diresmikan setahun lalu ini menjadi salah satu bangunan yang terdampak parah oleh gempa. Sebagian besar plafon gereja ambruk, menimbulkan kerusakan yang cukup serius.
Iman Teguh di Tengah Kerusakan
Dalam situasi yang menantang ini, Pastor Emmanuel Ohoiwutun memberikan penguatan rohani kepada sekitar 800 umat Katolik yang hadir. Beliau menekankan pentingnya keyakinan bahwa Tuhan senantiasa melindungi umat-Nya dalam kondisi apapun. Pesan ini memberikan harapan dan ketenangan di tengah kekhawatiran akibat bencana.
Perayaan Malam Paskah, menurut Pastor Emmanuel, menguatkan seluruh umat di Rumengkor dan Sulawesi Utara. Ini adalah simbol bahwa Tuhan Yesus selalu menjaga mereka, bahkan ketika menghadapi kesulitan. Kehadiran umat yang begitu banyak menunjukkan semangat iman yang tak tergoyahkan.
Pastor Emmanuel juga menjelaskan kemuliaan Misa Malam Paskah. Liturgi ini mencakup perjalanan mulai dari penciptaan manusia, pembebasan dari perbudakan, pertobatan, hingga syukur atas kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Semua ini melambangkan kebangkitan umat-Nya sendiri.
Dampak Gempa dan Bantuan Pemerintah
Gereja Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor terletak sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Manado. Bangunan gereja ini mengalami kerusakan serius akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,6. Selain ambruknya sebagian besar plafon, candi gereja juga mengalami keretakan.
Melihat kondisi tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Letjen TNI Suharyanto, bersama jajarannya, melakukan peninjauan langsung. Kunjungan ini dilaksanakan pada Jumat (3/4), sehari setelah gempa terjadi.
Dalam kesempatan peninjauan tersebut, Kepala BNPB berjanji untuk memberikan bantuan penuh. Bantuan ini bertujuan untuk merehabilitasi gedung gereja yang berkapasitas 1.000 orang tersebut. Harapannya, gereja dapat kembali digunakan secara aman dan nyaman untuk beribadah oleh umat.
Makna Paskah dan Harapan Kebangkitan
Misa Malam Paskah memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Katolik, terutama dalam konteks bencana. Perayaan ini tidak hanya mengenang peristiwa kebangkitan Yesus Kristus, tetapi juga menjadi simbol harapan dan pembaruan bagi umat. Ini adalah momen untuk merefleksikan kekuatan iman dan ketahanan spiritual.
Kehadiran ratusan umat di tengah kerusakan gereja menunjukkan solidaritas dan komitmen mereka terhadap keyakinan. Ini adalah bukti bahwa iman dapat menjadi sumber kekuatan yang luar biasa dalam menghadapi musibah. Pesan kebangkitan dari Paskah menjadi relevan, memberikan semangat untuk bangkit dari keterpurukan.
Perayaan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya komunitas dan dukungan antar sesama. Meskipun bangunan fisik mungkin rusak, semangat kebersamaan dan iman tetap utuh. Ini adalah fondasi bagi proses pemulihan dan pembangunan kembali, baik secara fisik maupun spiritual.
Sumber: AntaraNews