Puncak Arus Balik Bali Diprediksi Akhir Pekan Ini, ASDP Imbau Pemudik Waspada
ASDP Indonesia Ferry (Persero) memprediksi puncak arus balik ke Bali akan terjadi pada 28-29 Maret, dengan jumlah penumpang konsisten di atas 40 ribu orang, memicu antisipasi kelancaran layanan.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengumumkan bahwa arus balik pemilir dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, telah memasuki puncaknya. Situasi ini terjadi menjelang akhir pekan, memicu perhatian khusus dari pihak operator penyeberangan. Perkiraan puncak arus balik ini menjadi fokus utama dalam upaya menjaga kelancaran transportasi laut.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, di Gilimanuk, Bali, menyatakan bahwa jumlah penumpang yang menyeberang ke Bali masih menunjukkan fluktuasi. Namun, angka tersebut konsisten berada di atas 40 ribu orang setiap harinya. Data terkini menunjukkan adanya pergerakan signifikan dari Jawa menuju Pulau Dewata.
Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP telah mengeluarkan imbauan penting bagi para pemudik. Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, berharap pemudik tidak bersamaan datang pada tanggal puncak yang telah diprediksi. Hal ini bertujuan untuk menghindari antrean panjang dan memastikan pelayanan di pelabuhan berjalan lancar.
Lonjakan Penumpang dan Kendaraan Menuju Bali
Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan penumpang dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk menunjukkan pola yang fluktuatif. Meskipun demikian, jumlah pemilir yang menyeberang ke Bali secara konsisten melebihi 40 ribu orang setiap hari. Angka ini menandakan tingginya minat masyarakat untuk kembali ke Pulau Dewata setelah periode liburan.
Berdasarkan data terbaru yang disampaikan oleh Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, pada Jumat (27/3), sebanyak 43.052 penumpang tercatat menyeberang ke Bali. Selain itu, 7.289 unit sepeda motor dan 4.507 unit mobil pribadi juga ikut menyeberang pada hari yang sama. Angka ini sedikit menurun dibandingkan hari sebelumnya, Kamis (26/3), yang mencatat 43.963 penumpang, 7.635 sepeda motor, dan 4.882 mobil pribadi.
Meskipun ada sedikit penurunan, ASDP mencatat bahwa masih banyak pemudik yang belum kembali ke Bali. "Jika dilihat dari jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Bali saat arus mudik, masih banyak yang belum kembali," kata Windy Andale. Hal ini mengindikasikan potensi lonjakan lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan, sehingga memerlukan antisipasi yang matang.
Strategi ASDP Antisipasi Kepadatan Arus Balik
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah memperkirakan bahwa puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 28-29 Maret. Perkiraan ini didasarkan pada analisis pola pergerakan penumpang dan kendaraan selama periode mudik sebelumnya. Antisipasi terhadap tanggal-tanggal krusial ini menjadi kunci dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan.
Guna menghindari penumpukan dan antrean panjang yang tidak diinginkan di pelabuhan, Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, mengimbau pemudik. "Tanggal puncak arus balik itu perkiraan, untuk menghindari antrean yang panjang kami imbau pemudik tidak bersamaan balik pada tanggal itu," ujarnya. Imbauan ini diharapkan dapat menyebarkan beban puncak secara lebih merata.
Yossianis Marciano berharap agar pemudik yang kembali dari Jawa ke Bali dapat bertambah secara bertahap. Dengan demikian, layanan penyeberangan dapat tetap berjalan lancar tanpa kepadatan yang berarti. Arus balik yang bertahap akan memberikan ruang bagi sistem layanan untuk bekerja secara optimal, tanpa tekanan berlebih, sehingga pengalaman perjalanan menjadi lebih nyaman bagi semua pihak.
Sumber: AntaraNews