Prabowo Merespons Usulan Menhan, Satgas Kuala Dibentuk Hadapi Bencana Sumatra
Sjafie menegaskan, usulan itu dilakukan sebagai upaya besar yang harus dikerjakan seperti di Tamiang dan di Bireuen.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengusulkan terobosan taktis untuk mempercepat penanggulangan bencana di Sumatera, khususnya di Aceh yang terdampak parah.
Salah satu langkah yang dia rekomendasikan adalah normalisasi kuala, yaitu titik pertemuan dua atau lebih aliran sungai yang bermuara ke laut, sebagai cara efisien mengurangi risiko banjir.
"Terobosan teknis harus segera kita lakukan karena melihat dampak dari kerusakan ini cukup besar. Ada pemikiran dari kami dengan TNI bahwa sungai Tamiang sebagai satu contoh yang sekarang mengalami pendangkalan tapi Sungai Tamiang itu bisa berasal dari laut. Kita lakukan dua kegiatan sekaligus. Satu adalah pendalaman dan satu lagi yang membawa alat berat sehingga dia bisa masuk. Sekaligus membersihkan kayu-kayu dan sebagainya," kata Sjafrie saat rapat terbuka bersama Presiden Prabowo di Aceh Tamiang, seperti dikutip dari siaran daring Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (1/1).
Tamiang dan di Bireuen
Sjafie menegaskan, usulan itu dilakukan sebagai upaya besar yang harus dikerjakan seperti di Tamiang dan di Bireuen.
"Jadi dari laut kita sudah melakukan pendalaman sampai ke sungai. Sehingga kapal tidak perlu lagi taruh alat berat yang digendong pakai jalur darat, tapi dia langsung ke titik terdekat. Ini usul kami, Bapak Presiden," saran Sjafrie.
Mendengar usulan itu, Presiden Prabowo mengaku setuju. Menurut dia, ide itu pernah juga didiskusikan dengan gubernur terkait.
"Saya kira itu usul yang baik. Itu juga yang diusulkan Gubernur kepada saya sebenarnya. Jadi kuala-kuala itu yang kita akan normalisasi, kita bongkar itu. Saya kira silakan Menteri Pertahanan dan TNI koordinasi sama gubernur-gubernur. Silakan cari, bicara dengan ahli-ahli engineering,mungkin dari karya-karya, dari PU, dan juga dari fakultas-fakultas teknik. kalau perlu, dari perusahaan-perusahaan besar di dunia yang mampu membuat engineering work, ini kan engineering work, skala besar, jadi dredging (pengerukan)," jawab Prabowo.
Merespons jawaban Prabowo
Merespons jawaban Prabowo, usai berkordinasi dengan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi dan KSAD Jenderal TNI Maruli, Menhan Sjafrie langsung membentuk Satgas Kuala yang terdiri terdiri dari dua komposisi. Pertama, komposisi untuk pendalaman kuala dan kedua, komposisi untuk pemanfaatan air yang ada di kuala.
"Jadi di dua komposisi kapal ini akan kita naikkan water treatment system sehingga air yang ada di kuala kita ambil, kita olah sehingga menjadi air jernih. Siang ini terbentuk satgas. Dua minggu kemudian kami akan operasional mulai dari Koala Simpang,” lapor Sjafie.
“Bagus terimakasih, kordinasi dengan gubernur ya!,” jawab presiden.