Perkuat Penanganan Stunting, Kolaborasi Pemkot Makassar FKM Unhas Resmi Terjalin
Pemerintah Kota Makassar dan FKM Unhas sepakat menjalin kolaborasi strategis untuk mempercepat penanganan stunting dan gizi buruk, serta mewujudkan Kota Sehat.
Pemerintah Kota Makassar bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin resmi menjalin kolaborasi strategis. Kesepakatan ini bertujuan untuk mempercepat penanganan stunting dan gizi buruk di wilayah Kota Makassar. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya saing.
Kolaborasi penting ini diresmikan dalam acara Dies Natalis ke-43 FKM Unhas yang berlangsung di Kampus Unhas Makassar pada Sabtu, 15 November. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung untuk menandai komitmen Pemkot. Beliau menegaskan kesiapan pemerintah kota dalam memperkuat sinergi ini.
Munafri Arifuddin menyatakan bahwa berbagai program FKM Unhas sangat relevan dengan visi Pemkot Makassar. Ini adalah langkah konkret dalam menghadapi beragam tantangan kesehatan wilayah. Kerja sama ini diharapkan memberikan dampak positif bagi warga Makassar secara menyeluruh.
Tujuan dan Ruang Lingkup Kolaborasi Strategis
Kolaborasi antara Pemkot Makassar dan FKM Unhas ini memiliki fokus utama pada percepatan penanganan stunting dan gizi buruk. Pemkot Makassar menargetkan penguatan program untuk mencapai zero stunting di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar. Selain itu, program Makassar Bebas Gizi Buruk (MBG) juga akan diperkuat.
Kerja sama ini juga mencakup pengembangan Kota Sehat (Healthy City) serta program-program kesehatan pembangunan lainnya. Munafri Arifuddin menyampaikan, "Kami Pemerintah Kota Makassar siap memperkuat sinergi dengan Unhas, khususnya FKM, untuk bersama-sama menyukseskan program-program pembangunan kesehatan." Ini menunjukkan komitmen kuat dari kedua belah pihak.
Ruang lingkup kolaborasi ini akan diperluas hingga pada edukasi kesehatan masyarakat. Selain itu, respons terhadap isu-isu kesehatan global juga menjadi bagian dari kerja sama. Tujuannya adalah untuk memberikan dampak positif yang nyata bagi warga Makassar.
FKM Unhas sebagai Mitra Kunci Pembangunan Kesehatan
Wali Kota Munafri Arifuddin menilai FKM Unhas selama ini telah menjadi mitra strategis Pemkot Makassar. Peran FKM Unhas sangat vital dalam menghadapi beragam tantangan kesehatan yang ada di wilayah tersebut. Peringatan Dies Natalis ke-43 FKM Unhas bukan hanya seremonial, tetapi juga momentum refleksi.
Munafri memandang Dies Natalis ini sebagai kesempatan untuk merenungkan peran FKM Unhas dalam mencetak tenaga ahli kesehatan masyarakat yang kompeten dan berkarakter. Beliau mengucapkan selamat atas usia ke-43 FKM Unhas. Usia ini dinilai sebagai usia matang dan penuh kontribusi bagi pembangunan kesehatan di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Harapannya, FKM Unhas terus menjadi garda terdepan inovasi kesehatan dan pengabdian masyarakat. Hal ini terutama melalui aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga. Alumni FKM Unhas juga diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Visi Makassar Kota Sehat dan Peran Semua Pihak
Penerapan standar kota sehat merupakan kebutuhan penting bagi kota besar yang ingin maju. Wali Kota Makassar menegaskan bahwa Makassar harus menjadi kota sehat berstandar baik. Untuk mewujudkan hal ini, dibutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak bisa diwujudkan sendirian.
Munafri Arifuddin berharap dapat membangun kolaborasi yang kuat dengan alumni dan keluarga besar FKM Unhas. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk FKM Unhas dan Ikatan Alumni FKM, sangat menentukan keberhasilan Makassar. Ini penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.
Kolaborasi Pemkot Makassar FKM Unhas ini adalah langkah progresif. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu membawa Makassar menuju masa depan yang lebih sehat dan sejahtera.
Sumber: AntaraNews