Pemprov Sulteng Genjot Konsumsi Ikan Sulteng Demi Gizi Optimal dan Generasi Emas 2045
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya meningkatkan Konsumsi Ikan Sulteng melalui program Gemarikan demi perbaikan gizi masyarakat dan penurunan stunting.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) gencar menggalakkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan konsumsi ikan di seluruh wilayah demi perbaikan gizi masyarakat setempat. Program strategis ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemprov Sulteng, Sadli Lesnusa, menyatakan bahwa rata-rata konsumsi ikan di Sulteng pada tahun 2023 mencapai 71,89 kilogram per kapita per tahun. Angka ini ditargetkan terus meningkat setiap tahunnya, dengan tren 74,72 kilogram per kapita per tahun di tahun 2024. Peningkatan ini menjadi indikator positif bagi keberhasilan program Gemarikan.
Kampanye Gemarikan tidak hanya menyasar warga pesisir, tetapi juga masyarakat di dataran rendah dan pegunungan. Pemprov Sulteng ingin konsumsi ikan merata di seluruh daerah sebagai bagian dari program Berani Makmur. Gerakan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam membentuk generasi emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Meningkatkan Angka Konsumsi Ikan di Seluruh Wilayah
Data menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi ikan di Sulawesi Tengah pada tahun 2023 adalah 71,89 kilogram per kapita per tahun. Angka ini menunjukkan potensi besar untuk terus ditingkatkan demi mencapai target yang lebih tinggi. Pemprov Sulteng menargetkan peningkatan konsumsi ikan secara berkelanjutan setiap tahunnya.
Tren positif terlihat dengan proyeksi rata-rata konsumsi ikan di tahun 2024 yang mencapai 74,72 kilogram per kapita per tahun. Capaian ini patut diapresiasi dan menjadi pemicu semangat bagi seluruh kabupaten/kota di Sulteng. Sinergitas antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk memacu gerakan makan ikan ini.
Meski demikian, terdapat disparitas konsumsi ikan antar wilayah di Sulawesi Tengah. Kabupaten Poso tercatat sebagai daerah dengan tingkat konsumsi ikan tertinggi, mencapai 84,21 kilogram per kapita per tahun. Sementara itu, Kabupaten Sigi masih berada di posisi terendah, menunjukkan perlunya perhatian khusus. Pemprov Sulteng bertekad untuk meratakan konsumsi ikan, tidak hanya di pesisir, tetapi juga di dataran rendah dan pegunungan.
Sadli Lesnusa menekankan pentingnya peran aktif seluruh instansi, pelaku usaha, dan masyarakat. Mereka diajak untuk berpartisipasi dalam menggaungkan kampanye makan ikan di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, semangat 'Berani Makan Ikan' dapat tertanam kuat di seluruh lapisan masyarakat, terutama di kalangan anak-anak.
Manfaat Ikan untuk Gizi Optimal dan Penurunan Stunting
Peningkatan konsumsi ikan memiliki peran krusial dalam mendukung perbaikan gizi masyarakat dan upaya penurunan angka stunting di Sulawesi Tengah. Ikan dikenal kaya akan nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan omega-3 dan protein tinggi dalam ikan sangat baik bagi tumbuh kembang anak serta peningkatan gizi keluarga secara keseluruhan.
Asupan gizi yang cukup, terutama dari sumber protein hewani seperti ikan, menjadi fondasi utama untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Dengan menjadikan ikan sebagai sumber protein utama, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari masalah gizi buruk. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk menekan angka stunting di daerah.
Kampanye Gemarikan merupakan langkah nyata pemerintah dalam mendorong masyarakat agar menjadikan ikan sebagai bagian tak terpisahkan dari menu harian. Melalui gerakan ini, Pemprov Sulteng ingin menanamkan semangat 'Berani Makan Ikan' di seluruh lapisan masyarakat. Terutama bagi anak-anak, konsumsi ikan sejak dini akan memberikan dampak positif jangka panjang.
Program peningkatan konsumsi ikan ini juga merupakan bagian integral dari kegiatan "Berani Tangkap Banyak". Kegiatan ini termasuk dalam program "Berani Makmur", salah satu dari sembilan program strategis Pemprov Sulteng. Manfaat gerakan ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga secara langsung mendukung pembentukan generasi emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
Sumber: AntaraNews