Pemkot Singkawang Genjot Normalisasi Sungai, Upaya Mitigasi Banjir Berkelanjutan
Pemkot Singkawang percepat program normalisasi sungai untuk cegah banjir dan pendangkalan. Dukungan Pemprov Kalbar krusial wujudkan Normalisasi Sungai Singkawang.
Pemerintah Kota Singkawang secara serius menggalakkan program percepatan normalisasi sungai dan penguatan tebing sungai. Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi untuk mengatasi masalah banjir dan pendangkalan yang kerap melanda wilayah kota. Upaya ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat Singkawang.
Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, mengungkapkan bahwa dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat krusial. Hal ini mengingat besarnya kebutuhan anggaran serta kewenangan pengelolaan sungai yang sebagian besar berada di tingkat provinsi. Sinergi antar pemerintah daerah menjadi penentu keberhasilan program ini.
Muhammadin juga menyampaikan kabar baik: usulan normalisasi sungai dan pembangunan penahan tebing (sheet pile) untuk Kota Singkawang telah diakomodasi. Program vital ini direncanakan masuk dalam alokasi anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2026. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam penanganan banjir.
Sinergi Anggaran Provinsi Kunci Penanganan Banjir Singkawang
Penanganan masalah banjir dan pendangkalan sungai di Singkawang tidak dapat dilakukan secara optimal jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota. Keterbatasan dana dan cakupan kewenangan menjadi kendala utama dalam pelaksanaan proyek infrastruktur berskala besar. Oleh karena itu, peran serta pemerintah provinsi sangat dibutuhkan.
Sebagian besar sungai yang melintasi Kota Singkawang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, bukan pemerintah kota. Kondisi ini membuat koordinasi dan alokasi anggaran dari tingkat provinsi menjadi esensial untuk setiap program perbaikan dan pemeliharaan sungai. Tanpa dukungan ini, upaya kota akan terhambat.
Pemkot Singkawang telah secara aktif menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya melalui Gubernur, Wakil Gubernur, dan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Tujuannya adalah memastikan program pengendalian banjir dapat berjalan secara berkelanjutan dan efektif.
Muhammadin menekankan bahwa komunikasi dan koordinasi lintas pemerintah daerah adalah kunci percepatan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir. Pertemuan langsung dengan pimpinan daerah dan dinas teknis provinsi dimanfaatkan untuk menyampaikan kebutuhan riil di lapangan. Ini menunjukkan pendekatan proaktif Pemkot.
Pentingnya Normalisasi Sungai untuk Keamanan dan Ekonomi Kota
Normalisasi sungai dan penguatan tebing merupakan langkah strategis yang sangat penting untuk mengurangi risiko banjir yang sering terjadi. Terutama saat intensitas hujan tinggi, sungai yang dangkal dan tebing yang rapuh dapat memperparah dampak banjir di kawasan permukiman. Program ini bertujuan melindungi aset masyarakat.
Selain mengurangi risiko banjir, normalisasi sungai juga berfungsi menjaga fungsi sungai sebagai sistem drainase utama kota. Sungai yang bersih dan dalam memastikan aliran air berjalan lancar, mencegah genangan, dan mendukung ekosistem air. Ini krusial untuk kesehatan lingkungan kota.
Wakil Wali Kota Muhammadin berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dapat segera direalisasikan. Normalisasi sungai sangat penting untuk melindungi kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi masyarakat dari ancaman banjir. Keamanan dan kelancaran ekonomi warga menjadi prioritas utama.
Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan banjir secara terpadu. Hal ini sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih aman dan berkelanjutan di masa depan. Dengan demikian, Singkawang dapat tumbuh tanpa dihantui masalah banjir.
Sumber: AntaraNews