Pemkab Kotim Siapkan Rumah Dinas Alternatif untuk Guru Pasca Kebakaran Hebat di Sampit
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bergerak cepat menyiapkan rumah dinas alternatif bagi guru yang terdampak kebakaran hebat di Sampit, memastikan mereka tetap memiliki tempat tinggal layak sementara.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengambil langkah sigap menyikapi musibah kebakaran yang melanda sejumlah rumah, termasuk rumah dinas guru, di Sampit. Wakil Bupati Kotim, Irawati, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera menyediakan solusi tempat tinggal sementara bagi para guru terdampak.
Musibah kebakaran yang terjadi pada Sabtu di Jalan Haji Imran, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, menghanguskan tiga unit rumah dan menyebabkan dua lainnya terdampak. Dua dari rumah yang terdampak tersebut diketahui merupakan rumah dinas yang dihuni oleh para guru di wilayah tersebut.
Sebagai bentuk perhatian dan respons cepat, Wakil Bupati Irawati langsung meninjau lokasi kejadian untuk melihat kondisi pasca-kebakaran dan berinteraksi dengan para korban. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bantuan yang tepat dapat segera disalurkan serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak para korban.
Respons Cepat Pemkab Kotim Pasca Kebakaran
Wakil Bupati Kotim, Irawati, tidak membuang waktu dan segera meninjau langsung lokasi kebakaran di Jalan Haji Imran, Kelurahan Ketapang. Dalam kunjungannya, ia didampingi oleh Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) setempat.
Pada kesempatan tersebut, Irawati menyerahkan bantuan darurat berupa sembako, air minum, serta peralatan memasak kepada para korban yang kehilangan tempat tinggal. Bantuan ini merupakan upaya awal pemerintah daerah untuk meringankan beban para warga yang terdampak musibah.
Selain memberikan bantuan, peninjauan ini juga bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan para korban dan mengevaluasi apakah ada kebutuhan bantuan medis mendesak. Perhatian pemerintah daerah ini menegaskan kepedulian terhadap seluruh warga yang tertimpa musibah, termasuk para guru yang rumah dinasnya terbakar.
Solusi Rumah Dinas Alternatif untuk Guru
Menanggapi kebutuhan mendesak para guru yang rumah dinasnya terbakar, Wakil Bupati Irawati telah menginstruksikan dinas terkait untuk mencari jalan alternatif. “Untuk rumah dinas guru kami sudah upayakan jalan alternatif,” kata Irawati.
Instruksi tersebut meliputi pencarian rumah dinas yang kosong atau rumah dinas yang ditinggalkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) guru yang telah pensiun. Langkah ini diambil untuk memastikan para guru memiliki tempat bernaung sementara yang layak.
Setidaknya lima unit rumah dinas telah disiapkan untuk ditinjau kelayakannya oleh dinas terkait. Beberapa lokasi potensial berada di kawasan Ayu Andira dan di belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kotim, memberikan beberapa pilihan bagi para guru.
Korban kebakaran juga menyampaikan kesediaan mereka untuk menerima bentuk bantuan apa pun yang penting bisa untuk bernaung sementara. Nantinya, seorang kepala bidang akan mendampingi guru-guru tersebut untuk melihat rumah yang paling layak dan sesuai kebutuhan mereka.
Bantuan untuk Korban Kebakaran Lainnya
Selain penanganan khusus untuk rumah dinas guru, pemerintah daerah juga berkomitmen untuk mengupayakan bantuan bagi rumah masyarakat yang terbakar. Bantuan ini akan disalurkan melalui Dinas Pekerjaan Umum, namun prosesnya memerlukan tahapan pendataan yang cermat.
Tahapan pendataan akan dimulai dari tingkat kelurahan, kemudian dilanjutkan ke tingkat kecamatan, hingga akhirnya dilakukan kajian mendalam di tingkat dinas terkait. Proses ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Irawati juga mengungkapkan bahwa salah satu rumah warga yang terbakar merupakan hasil program bedah rumah pada tahun 2023 melalui Dinas Pekerjaan Umum. Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya untuk kembali mengusulkan bantuan perbaikan rumah bagi korban terdampak kebakaran tersebut.
Sumber: AntaraNews