Pemkab Jayapura Bentuk Tim Mitigasi Bencana Banjir, Fokus Lindungi Hutan Cycloop
Pemerintah Kabupaten Jayapura membentuk tim mitigasi bencana banjir untuk mengurangi risiko dan meningkatkan koordinasi, dengan fokus utama pada pelestarian Hutan Cycloop guna mencegah bencana.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua, secara resmi membentuk tim mitigasi pengurangan risiko bencana banjir. Pembentukan tim ini merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi dan menanggulangi potensi bencana banjir yang kerap melanda wilayah tersebut, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Tim mitigasi ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dan instansi terkait, menunjukkan komitmen Pemkab Jayapura dalam pendekatan multisektoral. Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, menegaskan bahwa pembentukan tim bertujuan untuk menyusun rencana aksi penanggulangan yang efektif.
Selain fokus pada penanggulangan dan koordinasi yang lebih baik antarlembaga, tim juga akan berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Edukasi ini penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan alam, khususnya kawasan vital seperti Hutan Cycloop, yang memiliki peran krusial dalam mitigasi bencana banjir.
Pembentukan Tim Terpadu untuk Penanggulangan Bencana
Rapat koordinasi terpadu pengurangan risiko bencana banjir di Sentani pada Selasa, 6 Januari 2026, menjadi tonggak awal pembentukan tim mitigasi ini. Abdul Rahman Basri menjelaskan bahwa tim ini dibentuk agar upaya penanggulangan bencana banjir dapat dilakukan secara terencana dan terkoordinasi dengan baik.
Keterlibatan OPD teknis dan instansi terkait memastikan bahwa setiap aspek penanganan bencana terintegrasi, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Basri menekankan bahwa sinergi ini akan memperkuat respons pemerintah daerah saat terjadi bencana, sehingga koordinasi antar tim dan pemerintah daerah menjadi lebih efektif.
Setiap dinas dan instansi vertikal memiliki peran strategis dalam upaya mitigasi bencana, sehingga pembentukan tim terpadu ini menjadi sangat penting. Harapannya, dengan adanya tim ini, penanganan risiko bencana banjir di Kabupaten Jayapura dapat berjalan optimal dan mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Edukasi Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan di Jayapura
Salah satu fokus utama tim mitigasi adalah memberikan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan alam. Basri menyoroti peran vital Hutan Cycloop sebagai kawasan penyangga yang harus dijaga kelestariannya.
Pihak Pemkab Jayapura juga secara tegas melarang masyarakat untuk menebang pohon sembarangan di kawasan Hutan Cycloop. Larangan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan melestarikan alam guna mencegah terjadinya banjir yang dapat merugikan banyak pihak. Upaya konservasi Hutan Cycloop sangat krusial karena kawasan ini merupakan sumber mata air dan penopang ekosistem bagi masyarakat di Kota Jayapura dan sekitarnya.
Sinergi Lintas Sektor untuk Mitigasi Risiko Banjir
Mitigasi bencana banjir di Kabupaten Jayapura memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Abdul Rahman Basri berharap agar kerja sama ini terus diperkuat demi menjaga kelestarian alam di daerah tersebut.
Pendekatan mitigasi tidak hanya terbatas pada respons darurat, tetapi juga mencakup upaya pencegahan jangka panjang melalui pelestarian lingkungan. Penelitian menunjukkan bahwa mitigasi bencana banjir di Distrik Sentani melibatkan upaya struktural dan non-struktural, termasuk penguatan regulasi tata ruang dan peningkatan alokasi anggaran.
Dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah hingga masyarakat adat, diharapkan upaya mitigasi dapat berjalan komprehensif. Sinergi ini menjadi kunci utama untuk menciptakan mitigasi bencana banjir yang efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Jayapura.
Sumber: AntaraNews