Pembalakan Liar di Lereng Gunung Slamet Diduga Jadi Biang Kerok Banjir Bandang di Guci
Dugaan itu menguat usai, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah melakukan pemetaan lahan.
Adanya pembalakan liar di lereng Gunung Slamet diduga menjadi penyebab banjir bandang yang menerjang kawasan wisata pemandian air panas Guci, Kabupaten Tegal belum lama ini.
Dugaan itu menguat usai, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah melakukan pemetaan lahan dan ruang pasca terjadinya banjir di kawasan wisata Guci belum lama ini.
"Ada pembalakan hutan dan alih fungsi lahan yang berubah hingga mengakibatkan banjir yang kemarin terjadi di kawasan Guci. Karena di sana disinyalir adanya alih fungsi tata guna lahan di kawasan hutan pegunungan Slamet," kata Kepala Pusdataru Jawa Tengah, Henggar Budi Hanggoro, Rabu (7/1).
Dia menyebut pemanfaatan lahan perhutanan yang sudah beralih fungsi di kawasan wisata Guci saat ini sedang ditanggulangi. Namun, ia meminta kepada pihak-pihak masyarakat untuk melakukan bersama memperbaiki ekosistem kawasan hutan secara berkesinambungan.
"Jadi saya rasa tidak perlu saling menyalahkan karena yang penting tentu memperbaiki tata guna lahan agar menjadi lebih baik lagi," ungkapnya.
Alih Fungsi Lahan Hutan Makin Masif di Jawa Tengah
Di lain tempat, alih fungsi lahan hutan kini semakin masif terjadi di Jawa Tengah. Di beberapa tempat nampak perubahan penggunaan lahan menyebabkan jumlah area hutan menjadi berkurang.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Muhamad Masrofi mengatakan pasca banjir bandang yang terjadi di pemandian air panas Guci, untuk saat ini lokasi pancuran 5 sudah kembali beroperasi.
"Tapi kawasan pancuran 13 masih diperbaiki. Untuk titik lainnya juga beroperasi seperti biasa," kata dia.
Sedangkan untuk perbaikan lokasi pancuran 13 Guci butuh waktu lama lantaran tingkat kerusakannya cukup parah. Oleh sebab itu, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan perbaikan lokasi pancuran 13 bisa kelar.
"Kerusakan pancuran 13 agak parah maka perlu waktu lebih panjang. Kita belum bisa memprediksi selesainya. Dengan kejadian kemarin, tentu wisata Guci akan dicek terus menerus dan diminta waspada kalau terjadi hujan deras," tandasnya.