Pasaman Barat Ajukan Anggaran R3P Rp846,61 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat membutuhkan Anggaran R3P sebesar Rp846,61 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda akhir November 2025.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengajukan kebutuhan anggaran Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) senilai Rp846,61 miliar. Anggaran ini diperlukan untuk memulihkan wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Pengajuan ini disampaikan dalam rapat koordinasi finalisasi dokumen R3P di Aula Gubernuran Sumbar pada Kamis (8/1).
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan penanganan pascabencana dari pemerintah pusat dan provinsi. Fokus utama adalah pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mengembalikan kondisi normal masyarakat. Upaya ini juga bertujuan untuk memperkuat mitigasi bencana di masa mendatang.
Bencana banjir dan longsor yang terjadi menyebabkan kerugian signifikan, termasuk korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Oleh karena itu, pengajuan Anggaran R3P Pasaman Barat ini menjadi krusial untuk mempercepat proses pemulihan.
Dampak Kerusakan Akibat Bencana Hidrometeorologi
Bencana hidrometeorologi yang melanda Pasaman Barat pada akhir November 2025 menimbulkan dampak yang sangat parah bagi masyarakat dan infrastruktur. Tercatat lima orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya dinyatakan hilang akibat insiden tersebut. Kerugian ini menunjukkan betapa seriusnya bencana yang terjadi.
Selain korban jiwa, bencana juga merusak 83 rumah penduduk, 17 ruas jalan, dan 15 jembatan vital. Sebanyak 16 sekolah juga terdampak, mengganggu aktivitas pendidikan di daerah tersebut. Lahan pertanian seluas 603,39 hektare turut mengalami kerusakan parah, mengancam mata pencarian warga.
Fasilitas publik lainnya seperti satu pasar, tujuh kios, 23 tempat ibadah, serta tiga fasilitas kesehatan juga tidak luput dari kerusakan. Total kerugian dan kerusakan ini menunjukkan skala bencana yang memerlukan penanganan serius. Data rinci ini menjadi dasar kuat untuk pengajuan Anggaran R3P Pasaman Barat.
Rincian Kebutuhan Anggaran Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Kebutuhan Anggaran R3P Pasaman Barat sebesar Rp846,61 miliar telah dirinci berdasarkan sektor terdampak. Sektor perumahan membutuhkan Rp5.733.000.000 untuk pemulihan dan pembangunan kembali. Angka ini mencerminkan upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.
Sektor infrastruktur menjadi penyumbang terbesar dalam kebutuhan anggaran, mencapai Rp680.875.955.908,42. Dana ini akan digunakan untuk memperbaiki jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya yang rusak. Pemulihan infrastruktur sangat penting untuk mobilitas dan perekonomian daerah.
Untuk sektor ekonomi, dibutuhkan Rp23.540.738.231 guna membantu pemulihan pasar, kios, dan lahan pertanian yang terdampak. Sektor sosial memerlukan Rp2.597.988.200 untuk fasilitas ibadah dan kesehatan. Sementara itu, dampak lintas sektor membutuhkan Rp133.862.494.000,00 untuk penanganan komprehensif.
Total estimasi kebutuhan anggaran secara keseluruhan mencapai Rp846.610.176.339,42. Angka ini merupakan kalkulasi menyeluruh dari kerusakan dan kerugian yang terjadi di berbagai sektor.
Komitmen Pemulihan dan Mitigasi Bencana
Bupati Yulianto menekankan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik semata. Proses ini juga harus dibarengi dengan penguatan mitigasi bencana untuk menekan risiko di masa depan. Langkah-langkah preventif menjadi prioritas agar bencana serupa tidak menimbulkan dampak yang sama besarnya.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berkomitmen penuh untuk mendukung kebijakan penanganan pascabencana. Kolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pemulihan ini. Sinergi antarlembaga diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi.
Penguatan sistem peringatan dini, edukasi masyarakat, dan pembangunan infrastruktur yang tahan bencana akan menjadi bagian dari strategi mitigasi. Dengan demikian, Anggaran R3P Pasaman Barat tidak hanya untuk memperbaiki yang rusak, tetapi juga membangun ketahanan daerah.
Sumber: AntaraNews