OJK Cirebon Perluas Inklusi Keuangan Melalui Penetapan Lima Desa EKI di Ciayumajakuning
OJK Cirebon menetapkan lima lokasi sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) di Ciayumajakuning, memperluas literasi dan inklusi keuangan berbasis komunitas pada 2026 dan membuat pembaca penasaran.
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon telah mengambil langkah strategis untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning). Penetapan lima lokasi sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) dilakukan guna mengakselerasi program tersebut pada tahun 2026. Inisiatif ini merupakan bagian penting dari upaya OJK dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menjelaskan bahwa penetapan ini merupakan bagian dari akselerasi program melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di masing-masing wilayah. Langkah konkret ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak komunitas. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui akses keuangan yang lebih baik bagi masyarakat produktif.
Program Desa EKI dirancang untuk menghadirkan pendekatan terintegrasi. Pendekatan ini meliputi edukasi literasi keuangan, peningkatan pemahaman produk jasa keuangan, serta fasilitasi akses pembiayaan. Masyarakat produktif di berbagai sektor diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari program ini.
Perluasan Jangkauan Inklusi Keuangan di Ciayumajakuning
OJK Cirebon telah menetapkan lima desa sebagai fokus utama program Desa EKI untuk tahun 2026. Desa-desa ini tersebar di empat wilayah Ciayumajakuning. Pemilihan lokasi didasarkan pada potensi ekonomi dan kebutuhan akan peningkatan literasi keuangan di komunitas setempat.
Lima desa yang ditetapkan meliputi Situ Cipanten Gunung Kuning di Majalengka, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Gebang Mekar Cirebon, Desa Jagara Kuningan, Desa Karangsong Indramayu, serta kawasan wisata kuliner Jalan Moh. Toha Kota Cirebon. Keberagaman lokasi ini menunjukkan upaya OJK untuk menjangkau berbagai sektor dan jenis komunitas. Setiap lokasi memiliki karakteristik unik yang akan menjadi fokus pengembangan program.
Pada triwulan I-2026, pengembangan Desa EKI secara spesifik difokuskan pada dua lokus utama. Lokus tersebut adalah Desa Gunung Kuning di Majalengka dan Desa Gebang Mekar di Cirebon. Fokus awal ini memungkinkan OJK dan TPAKD untuk mengoptimalkan sumber daya dan memastikan implementasi program berjalan efektif di tahap awal.
Pengembangan Desa EKI di Gunung Kuning Majalengka
Desa Gunung Kuning di Majalengka menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan Desa EKI. OJK Cirebon bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka telah menandatangani komitmen bersama untuk program ini pada 16 April 2026. Penandatanganan ini bertujuan untuk memperkuat program yang sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 2025.
Kawasan wisata Situ Cipanten di Desa Gunung Kuning memiliki potensi strategis yang besar. Kawasan ini dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata. Keterlibatan pelaku UMKM, pengelola wisata, serta sektor pendukung lainnya sangat diharapkan. Program Desa EKI akan mendukung ekosistem ekonomi lokal ini.
Melalui Desa EKI, OJK menghadirkan pendekatan terintegrasi di Gunung Kuning. Pendekatan ini mencakup edukasi literasi keuangan yang komprehensif. Selain itu, peningkatan pemahaman produk jasa keuangan dan fasilitasi akses pembiayaan bagi masyarakat produktif juga menjadi fokus utama.
Inisiatif Literasi Keuangan di Gebang Mekar Cirebon
OJK Cirebon juga telah memulai program Desa EKI di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Gebang Mekar, Cirebon. Edukasi literasi keuangan bertajuk “Bahari Tangguh, Ekonomi Maju” telah digelar pada 2 Maret 2026. Acara ini menandai dimulainya program di desa tersebut.
Desa Gebang Mekar memiliki aktivitas perikanan tangkap yang dominan. Sektor ini berperan strategis dalam perekonomian pesisir Kabupaten Cirebon. Oleh karena itu, pengembangan Desa EKI di sini akan sangat relevan. Program ini akan membantu komunitas nelayan dalam mengelola keuangan mereka.
Pengembangan di Desa Gebang Mekar akan dilakukan melalui pemetaan tingkat literasi dan inklusi keuangan berbasis data. Identifikasi kebutuhan pembiayaan produktif juga akan menjadi langkah penting. OJK berupaya memastikan bahwa program ini sesuai dengan kebutuhan spesifik masyarakat setempat.
Akselerasi Literasi dan Inklusi Keuangan Berkelanjutan
OJK terus berkomitmen untuk mengakselerasi literasi dan inklusi keuangan di berbagai daerah. Upaya ini dilakukan melalui product matching yang selaras dengan program TPAKD. Tujuannya adalah agar akses keuangan semakin terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi prioritas, termasuk bagi kategori masyarakat dengan tingkat kemiskinan ekstrem. OJK berupaya untuk memberdayakan kelompok ini. Pemberdayaan tersebut dilakukan dengan memberikan pemahaman dan akses ke layanan keuangan yang relevan.
Inisiatif Desa EKI ini menunjukkan komitmen OJK dalam menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan merata. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Sumber: AntaraNews