Meradang Anggota DPR Semprot Menpar Widiyanti dan Anak Buah Cecar Anggaran Terblokir
Awalnya, Saleh Daulay meminta kepada Biro Perencanaan Kemenpar untuk menjelaskan soal uang Rp5,7 dari biro pemasaran sekaligus soal program dari Kemenpar.
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Daulay murka saat mendengar soal penjelasan anggaran dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) soal anggaran yang untuk didistribusikan ke daerah. Momen ini terjadi saat rapat kerja bersama di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/4).
Awalnya, Saleh Daulay meminta kepada Biro Perencanaan Kemenpar untuk menjelaskan soal uang Rp5,7 dari biro pemasaran sekaligus soal program dari Kemenpar.
"Sekarang saya tanya dulu Biro Perencanaan. Anda mengerti enggak nyusun program ini? Coba. Ibu menteri santai dulu, ini kita nih biasa menghadapi begini-begini biasa," ujar Saleh Daulay.
"Kami menyampaikan, Pak, bahwa tadi yang disampaikan oleh Pak Sesmen memang benar untuk kegiatan TP ini sudah dialokasikan ke ketiga deputi, yaitu pemasaran sebesar Rp5,7 miliar, kemudian untuk Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan sebesar Rp4,5 miliar, sedangkan untuk Deputi Event sebesar Rp5 miliar, Pak Ketua. Dan untuk administrasinya ada di Sesmenpar sebesar Rp1,5 miliar," jawab Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kemenpar, Norman Sasono.
Kemudian, kepada politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Norman mengaku jika anggaran tersebut masih terblokir akibat efisiensi. Sehingga, dalam waktu 3 hari ini akan dilakukan penelaahan oleh Dirjen Anggaran Kemenkeu.
"Dan kami sudah menyampaikan usulan untuk pembukaan blokir ini termasuk untuk kegiatan tugas pembantuan. Demikian, Pak Ketua," ujarnya.
Singkat cerita, Saleh Daulay pun bertanya kepada Norman berapa anggaran yang akan dikirim ke daerah. Disinilah ia murka saat mendengar jawab Norman.
"Berapa total yang mau ditransfer ke daerah?" tanya Saleh Daulay.
"Totalnya tadi sekitar...," jawab Norman.
"Kok sekitar?" celetuk Saleh Daulay.
"Enggak, itu Pak, Rp17,86 miliar," sambar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
"Kan saya bilang kalau bicara anggaran bilang sekitar sama saya enggak bisa. Eksaq kalau angka ini. Ini dari tadi ini masalahnya nggak pas hitungan angka-angka ini, makanya saya soal," ujar Saleh Daulay.
"Rp17,86 miliar. Semua provinsi," jawab Widiyanti.
"Ya Rp17,86 miliar ya, Rp17 miliar 860 juta kan? Ya sudah, sebentar dulu, sebentar yang lainnya sebentar. Tadi Bapak bilang masih dikunci kan?" tanya Saleh Daulay.
"Betul, Pak Ketua," jawab singkat Norman.
Bahas Anggaran Terblokir
Kemudian, Saleh Daulay kembali murka saat mengetahui anggaran yang awalnya dikatakan terblokir. Namun, dalam bahan paparan yang dipegangnya itu tidak terkunci.
"Iya, tapi di dalam paparan ini enggak dikunci nih. Coba lihat dulu, pagu dapat digunakan Rp17,8 miliar tuh di bawah. Ini banyak yang selomak ini laporan kalian nih, paparan kalian nih. Tadi Bapak jelaskan ini masih dikunci dalam 2-3 hari ini akan dieksekusi diminta dibuka ke Kementerian Keuangan, berarti kan enggak jelas laporannya," tegas Saleh Daulay.
"Yang halaman 4 ini coba lihat itu. Itu kan yang RO khusus itu kan enggak ada termasuk itu. Ya kan, pagu blokir juga enggak ada dia. Kenapa Bapak bilang diblokir? Bisa panjang nih cerita begini. Gitu loh, ini dari mana kita cerita," semprotnya.