Menko AHY: Kondisi Sungai Kita Benar-Benar Kritis, Kali Ciliwung Kiri-Kanan Sampah
AHY menegaskan bahwa negara akan hadir untuk serius menanganinya. Tak hanya pada bagian hilir, melainkan dari bagian hulu.
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti permasalahan sampah yang kerap kali menjadi masalah di kali Ciliwung. Dia menyebut, kondisi sungai Indonesia saat ini, khususnya kali Ciliwung dalam kondisi kritis akibat masalah tersebut.
"Mohon teman-teman media membantu menyosialisasikan bahwa ini benar-benar sungai kita kritis. Kalau tadi kita melihat kiri-kanan 5 Km saja itu nampak sekali bahwa memang kiri-kanan itu sampah," kata AHY di Inlet Sodetan Kali Ciliwung, Kamis (7/5).
Dia menambahkan, kondisi ini menjadi salah satu faktor penyebab banjir. Sebab itu, AHY menegaskan bahwa negara akan hadir untuk serius menanganinya. Tak hanya pada bagian hilir, melainkan dari bagian hulu.
Selain itu, dia menyoroti bahwa penanganan ini tak cukup sebatas kepada pembangunan fisik semata. Menurutnya, kondisi ini harus dibarengi dengan pendekatan sosial. "Kepedulian dan kesadaran serta budaya yang kita bangun untuk masyarakat kita semakin peduli dan mencintai lingkungannya sendiri," ujarnya.
"Siapa lagi kalau bukan kita sendiri yang menjaga sungai tadi," sambung dia.
AHY bersama Wamen PU Diana Kusumastuti, dan sejumlah pejabat lainnya menyusuri kali Ciliwung dari Dermaga Eco Wisata Ciliwung menuju Inlet Sodetan Kali Ciliwung.
"Tadi kita menyusuri menggunakan perahu karet dari Rawajati ke Bidara Cina kurang lebih 5 km ada 2,3 km di mana itu merupakan titik-titik yang paling mungkin terjadi banjir setiap saat," ucapnya.
Normalisasi Sungai
Pasca itu, AHY menginstruksikan untuk segera melakukan normalisasi sungai hingga pembangunan tanggul guna antisipasi bencana banjir.
Namun begitu, dia menyinggung beberapa tantangan yang masih ditemui dalam proses pembangunan, salah satunya pembebasan lahan.
"Tadi Bu Wamen juga menyampaikan lahannya seringkali masih terhambat, belum clean and clear pengadaannya," jelas dia.
Karena itulah, kata AHY, harus ada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat dalam sebuah pembangunan infrastruktur.