Menhut Harap Pemuda Katolik Kawal Pembentukan Perda Hutan Adat di Daerah
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta Pemuda Katolik aktif mengawal lahirnya Perda Hutan Adat. Harapan ini disampaikan saat Rapimnas, mendorong peran strategis organisasi.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni secara resmi membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I tahun 2025 Pengurus Pusat Pemuda Katolik. Acara penting ini diselenggarakan di Depok, Jawa Barat, mulai tanggal 21 hingga 23 November 2025. Pembukaan Rapimnas menjadi momentum bagi Menhut untuk menyampaikan harapan strategis kepada organisasi kepemudaan tersebut.
Dalam sambutannya, Menhut Raja Juli Antoni secara khusus menekankan pentingnya peran Pemuda Katolik dalam advokasi regulasi. Ia berharap organisasi ini dapat terlibat aktif, terutama dalam mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) terkait penetapan Hutan Adat. Peran ini dianggap krusial untuk keberlanjutan pengelolaan hutan di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Raja Juli dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (22/11). Ia melihat Pemuda Katolik memiliki potensi besar untuk berkontribusi nyata. Kontribusi ini tidak hanya dalam isu-isu nasional, tetapi juga pada persoalan konkret di tingkat masyarakat.
Peran Pemuda Katolik dalam Advokasi Perda Hutan Adat
Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Pemuda Katolik diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengawal pembentukan Perda Hutan Adat. "Untuk hutan adat, rekan-rekan Pemuda Katolik dapat berperan dalam mendorong terbitnya perda-perda tersebut," kata Raja Juli. Dorongan ini penting untuk memastikan pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat atas wilayah hutan mereka.
Pembentukan Perda Hutan Adat merupakan langkah vital dalam upaya pelestarian lingkungan. Regulasi ini juga bertujuan untuk menjamin keadilan bagi komunitas adat yang hidup berdampingan dengan hutan. Keterlibatan aktif Pemuda Katolik dapat mempercepat proses legislasi di daerah, memastikan hak-hak masyarakat adat terakomodasi.
Selain itu, Menhut juga menyinggung inisiatif global seperti Tropical Forests Forever Facility (TFFF). Skema pendanaan ini dirancang untuk mendukung negara dan komunitas pemilik hutan tropis. "Pemuda Katolik tentu bisa mengambil bagian dalam inisiatif ini," ujar Raja Juli, menunjukkan potensi kolaborasi internasional yang relevan dengan isu Perda Hutan Adat.
TFFF diharapkan dapat mengatasi kesenjangan akses pendanaan bagi pengelolaan hutan. Dengan mekanisme penggalangan dana yang lebih inklusif, inisiatif ini membuka peluang baru. Pemuda Katolik dapat berperan dalam menjembatani komunitas lokal dengan sumber daya global, termasuk untuk implementasi Perda Hutan Adat.
Konsolidasi dan Kontribusi Pemuda Katolik untuk Masyarakat
Menhut Raja Juli Antoni mengapresiasi Rapimnas sebagai ajang konsolidasi penting bagi arah gerakan Pemuda Katolik ke depan. Ia berharap organisasi ini tidak hanya berfokus pada isu-isu besar seperti Perda Hutan Adat. Sebaliknya, Pemuda Katolik juga harus turun langsung menangani persoalan "kaki lima" yang dihadapi masyarakat.
"Kehadiran Pemuda Katolik tidak hanya berkutat pada urusan 'bintang lima', tetapi juga turun langsung menangani persoalan 'kaki lima' yang dihadapi masyarakat," tutur Raja Juli. Pernyataan ini menekankan pentingnya keterlibatan nyata di tengah kehidupan publik. Hal ini sejalan dengan konsep public religion yang diusung, termasuk dalam isu-isu agraria dan hak adat.
Dengan demikian, Pemuda Katolik dapat tampil sebagai public religion, komunitas religius yang hadir di tengah kehidupan publik. Mereka diharapkan ikut menggenapkan kebahagiaan masyarakat. "Saya berharap Pemuda Katolik terus mengerjakan program-program yang setia terhadap gereja dan negara," ungkap Raja Juli, termasuk dalam advokasi Perda Hutan Adat.
Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menyambut baik arahan Menteri Kehutanan. Ia menilai gagasan tersebut relevan dan akan menjadi bagian dari pembahasan strategis dalam Rapimnas. "Kita akan melakukan monitoring dan evaluasi program, rekonsiliasi komitmen, dan mendorong konsolidasi partisipasi teman-teman di daerah," tutur Stefanus, termasuk dalam implementasi Perda Hutan Adat.
Agenda Strategis Rapimnas I Pemuda Katolik 2025
Rapimnas I tahun 2025 Pemuda Katolik diselenggarakan di Depok, Jawa Barat, dengan kehadiran pengurus dari 37 Komda seluruh Indonesia. Acara ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 21 hingga 23 November 2025. Forum ini menjadi wadah penting untuk evaluasi dan perencanaan strategis.
Tema yang diusung dalam Rapimnas tahun ini adalah "Partisipasi dan Kolaborasi Pemuda Katolik dalam Mendorong Akselerasi Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah." Tema ini mencerminkan komitmen organisasi untuk berkontribusi pada pembangunan nasional. Fokusnya adalah pada tingkat regional.
Selain itu, Rapimnas I 2025 juga menjadi ruang sinergi nasional bagi para imam moderator Pemuda Katolik. Mereka datang dari seluruh Indonesia untuk memperkuat koordinasi pastoral. Tujuan lainnya adalah untuk mengoptimalkan kaderisasi organisasi di berbagai tingkatan.
Melalui forum ini, Pemuda Katolik berupaya memperkuat kapasitas internal dan eksternal. Mereka ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini juga untuk memastikan bahwa setiap kader memiliki pemahaman yang mendalam tentang peran mereka.
Sumber: AntaraNews