Hutan Adat
-
Ekonomi •Wamenhut Usulkan Program Perhutanan Sosial Jadi PSN, Dorong Kesejahteraan Masyarakat dan Perdagangan KarbonWakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengusulkan kembali program Perhutanan Sosial menjadi Program Strategis Nasional (PSN) untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan membuka peluang ekonomi baru, termasuk dari perdagangan karbon.
-
News •Menhut Serahkan SK Hutan Adat, Konflik Puluhan Tahun Diharapkan BerakhirMenteri Kehutanan menyerahkan SK Hutan Adat seluas 1.175 hektare kepada 4.938 KK di Bengkulu, Bali, dan Jambi sebagai pengakuan hak masyarakat adat.
-
Ekonomi •Pemerintah Komitmen Percepat Penetapan Hutan Adat 1,4 Juta Hektare, Atasi Konflik dan Hadirkan KeadilanPemerintah menegaskan komitmen kuat untuk menyelesaikan penetapan hutan adat seluas 1,4 juta hektare. Langkah ini diharapkan mampu memutus mata rantai konflik dan memperkuat hak masyarakat adat.
-
News •Kemenhut Targetkan Finalisasi Peta Jalan Percepatan Hutan Adat Februari IniKementerian Kehutanan (Kemenhut) tengah mengebut finalisasi peta jalan untuk percepatan hutan adat, menargetkan penyelesaian pada Februari ini demi mencapai target 1,4 juta hektare.
-
Politik •DPRD Kalsel Serius Wujudkan Kepastian Hukum Hutan Adat Melalui Studi KomparasiDPRD Kalimantan Selatan menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan kepastian hukum hutan adat dengan melakukan studi komparasi ke Kalimantan Tengah, mempelajari skema hutan desa yang dinilai efektif. Langkah ini diharapkan dapat memberikan jaminan hukum bagi
-
News •202,89 Ribu Hektare Wilayah Adat di Bengkulu Terancam Konflik, AMAN Soroti Tata Kelola HutanSepanjang 2025, sebanyak 202,89 ribu hektare wilayah adat di Provinsi Bengkulu menghadapi konflik serius, terutama dengan sektor kawasan hutan negara. AMAN Bengkulu mendesak kepala daerah untuk segera mengatasi Konflik Wilayah Adat Bengkulu demi perlindun
-
News •Pemprov Papua Barat Alokasikan Rp1 Miliar untuk Pengembangan Hutan Adat di 2026Pemerintah Provinsi Papua Barat mengalokasikan Rp1 miliar pada 2026 untuk program pengembangan hutan adat di Teluk Bintuni dan Kaimana, mempercepat pengakuan serta pengelolaan demi kelestarian dan kesejahteraan.
-
News •Akademisi dan Menteri ATR/BPN Tegaskan Jual Beli Hutan Ilegal Berstatus PPKH Langgar AturanPraktik jual beli hutan ilegal berstatus Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) di Barito Utara menjadi sorotan, melanggar hukum dan berdampak serius pada ekosistem serta sosial.
-
News •Kemenbud: Pengakuan Adat Kedang Ipil Dorong Semangat Pelestarian Budaya Lokal di IndonesiaPenerbitan Perda tentang Pengakuan Adat Kedang Ipil di Kutai Kartanegara dinilai vital oleh Kemenbud, diharapkan memicu daerah lain segera menyusun regulasi serupa demi pelestarian kebudayaan lokal.
-
News •Banjir Sumatra: Menteri Dorong Perbaikan Menyeluruh Manajemen Hutan dan LingkunganMenteri Kehutanan menyoroti banjir dan longsor di Sumatra sebagai momentum perbaikan manajemen hutan. Evaluasi kebijakan dan penguatan hak masyarakat adat jadi fokus utama.
-
News •Menhut: Bencana Sumatera Jadi Titik Balik Mendesak untuk Perbaikan Tata Kelola Hutan NasionalMenteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bencana di Sumatera adalah momentum krusial untuk perbaikan tata kelola hutan dan lingkungan. Evaluasi mendalam dan langkah konkret segera diambil pemerintah.
-
News •Menhut Harap Pemuda Katolik Kawal Pembentukan Perda Hutan Adat di DaerahMenteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta Pemuda Katolik aktif mengawal lahirnya Perda Hutan Adat. Harapan ini disampaikan saat Rapimnas, mendorong peran strategis organisasi.
-
News •Indonesia Tegaskan Komitmen Majukan Hak Tenurial Masyarakat Adat di COP30Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen kuatnya untuk memajukan hak tenurial masyarakat adat dan komunitas lokal, sebuah langkah strategis yang diumumkan pada COP30 di Brazil.
-
News •Indonesia Pimpin Transformasi Pengelolaan Hutan Adat, Norwegia Sebut Langkah Pengakuan 1,4 Juta Ha Terobosan GlobalEriksen menilai mengakui 1,4 juta hektare hutan adat merupakan tindakan berani dan transformatif dalam tata kelola hutan berkelanjutan.
-
News •Pemerintah Indonesia Serahkan 1,4 Juta Hektar Hak Hutan Adat untuk Masyarakat LokalPemerintah Indonesia berkomitmen menyerahkan 1,4 juta hektar hak hutan adat kepada masyarakat adat. Langkah ini menunjukkan dedikasi kuat terhadap lingkungan dan kesejahteraan komunitas yang terpinggirkan.
-
News •Kabupaten Sarolangun Usulkan Sembilan Hutan Adat Baru, Perluas Konservasi LingkunganSarolangun Jambi mengusulkan sembilan hutan adat baru seluas 979 hektare. Proses verifikasi teknis telah dilakukan, menandai komitmen terhadap kelestarian Hutan Adat Sarolangun dan pengakuan masyarakat hukum adat.
-
Ekonomi •Menhut: 1,4 Juta Hektare Hutan Adat Bukti Komitmen Indonesia Jaga LingkunganMenteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengumumkan alokasi 1,4 juta hektare Hutan Adat sebagai bukti nyata komitmen Indonesia terhadap lingkungan dan hak masyarakat adat, sekaligus menekan deforestasi.
-
News •Polda Malut dan Balai TN Aketajawe Perkuat Pengawasan Kawasan Konservasi: Hutan Halmahera Dilindungi dengan Teknologi BRINPolda Malut dan Balai TN Aketajawe bersinergi perkuat pengawasan kawasan konservasi di Halmahera, memanfaatkan teknologi canggih BRIN. Bagaimana langkah ini melindungi hutan adat?
-
News •Trivia: Indonesia Hutan Hujan Terbesar Ketiga Dunia, Percepatan Pengakuan Hutan Adat Targetkan 70.000 Hektar di 2025Kementerian Kehutanan Indonesia genjot percepatan pengakuan hutan adat, menargetkan 70.000 hektar hingga akhir 2025. Langkah ini atasi birokrasi dan lindungi hak masyarakat adat.
-
News •Menhut Bentuk Tim untuk Percepatan Penetapan Hutan Adat, Libatkan Akademisi dan LSMMenteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, telah membentuk tim kerja untuk mempercepat proses penetapan hutan adat dengan pendekatan yang inklusif.