Menag Sebut Arab Saudi Setujui Permintaan Tambahan Kuota Haji 2025, Persiapan sudah 90%
Nasaruddin menyebut, saat ini hanya masalah teknis yang coba diselesaikan oleh Kementerian Agama meski tak menjelaskan detailnya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan persiapan haji (CJH) tahun 2025 sudah hampir rampung. Nasaruddin menyebut, saat ini hanya masalah teknis yang coba diselesaikan oleh Kementerian Agama.
"Insya Allah berkaitan soal persiapan haji 90 persen sudah selesai. Hanya soal masalah teknis," ujarnya kepada wartawan usai menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) di Four Point by Sheraton Makassar, Kamis (10/4).
Terkait permintaan tambahan kuota jemaah haji, Menag menyebut sudah disetujui pemerintah Arab Saudi. Hanya saja, penambahan kuota tersebut dikaji ulang mempertimbangkan efisiensi.
"Tambahan kuota, Insya Allah permintaan kita sudah dipenuhi oleh Saudi Arabia. Tapi kita juga akan mengukur efisiensinya seperti apa. Jangan sampai nanti berkelebihan," tuturnya.
Sementara antisipasi Kemenag RI terkait Calon Jemaah Haji (CJH) ilegal atau tanpa visa haji, Nasaruddin Umar menyebut hal tersebut sebagai masalah kasuistik
"Nanti itu kita akan selesaikan secara kasuistik," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Sulsel Ikbal Ismail mengatakan bahwa ada tiga kemampuan yang harus dimiliki jemaah haji yakni kesehatan fisik maupun mental, kemampuan finansial dan kemampuan pengetahuan.
“Ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan fisik, karenanya, jemaah harus mempersiapkan fisik yang prima. Jika selama ini biasanya hanya berjalan kaki 2 kilometer maka sekarang harus membiasakan berjalan kaki hingga 10 km, karena nantinya di tanah suci, sebagian besar rangkaian pelaksanaan ibadah haji adalah aktivitas jalan kaki," ujarnya.
Selanjutnya, Ikbal juga menjelaskan kemampuan finansial yang juga tidak kalah pentingnya harus dimiliki jemaah. “Setelah selesai pelunasan haji maka yang harus diperhatikan adalah biaya yang perlu dipersiapkan untuk dibawa jemaah ke tanah suci dan yang tidak kalah pentingnya harus menyiapkan biaya untuk keluarga yang ditinggalkan di tanah air,” kata dia.
Kemampuan ketiga yang harus dimiliki jemaah adalah kemampuan pengetahuan yang berhubungan dengan ibadah haji agar mendapatkan haji mabrur, maka disinilah pentingnya Manasik haji seperti yang dilakukan hari ini.
“Bagaimana Jemaah kenal wajib dan rukun haji, apa yang boleh dan dilarang saat berhaji, serta hal tekhnis lainnya, dengan mengikuti manasik, diharapkan jemaah dapat menjadi mandiri saat melaksanakan ibadah haji nantinya,” ucapnya.