KPK Ingatkan Deddy Corbuzier Lapor LHKPN Usai Dilantik Jadi Stafsus Menhan
Deddy Corbuzier dilantik langsung Menhan Sjafrie bersama dengan lima stafsus lainnya.
Deddy Corbuzier resmi didapuk menjadi Staff Khusus (Stafsus) Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin. Dia dilantik langsung Sjafrie bersama dengan lima stafsus lainnya.
Mereka adalah Kris Wijoyo Soepandji, Lenis Kogoya, Mayjen Sudrajat, Indra Irawan, dan Sylvia Efi Widyantari Sumarlin.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Deddy Corbuzier untuk melaporkan harta kekayaannya.
"Berdasarkan Peraturan KPK (Perkom) Nomor 3 tahun 2024, Staf Khusus Menteri termasuk Wajib LHKPN (WL). Perkom tersebut efektif berlaku 6 bulan pasca ditetapkan, atau 1 April 2025," kata Tim Jubir KPK, Budi Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa (11/2).
Namun, KPK akan berkoodinasi terlebih dahulu dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengingat Permenhan Nomor 28 Tahun 2019, atas jabatan tersebut termasuk sebagai WL.
"KPK akan berkoordinasi terlebih dulu dengan Kementerian Pertahanan, apakah Staf Khusus Menteri setara dengan pejabat eselon I, II, atau III," ucap Budi.
"Sehingga jika setara dengan jabatan tersebut, yang bersangkutan wajib melaporkan LHKPN-nya dengan batas waktu 3 bulan sejak pelantikan, atau 12 Mei 2025," dia menambahkan.
Budi menambahkan, bila nantinya Deddy memang dikenakan laporan LHKPN, KPK terbuka untuk melakukan pendampingan dalam pengisian dan pelaporan kekayaan.
Deddy Corbuzier hingga Sylvia Efi Jadi Stafsus Menhan
Diberitakan sebelumnya, Sjafrie Sjamsoeddin melantik enam Staf Khusus atau Stafsus di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Selasa (11/2). Salah satu sosok yang dilantik adalah Deddy Corbuzier.
“Selasa 11 Februari 2025, saya melantik Staf Khusus Menhan dan Penganugerahan Satya Lencana Dharma Pertahanan di Kantor Kemhan Jakarta,” tutur Sjafrie dalam akun Instagramnya @Sjafrie.Sjamsoeddin.
Menurutnya, keberadaan stafsus menjadi penting dalam rangka meningkatkan kerja sama dalam menjaga kedaulatan negara.
“Pengangkatan Stafsus Menhan ini menegaskan pentingnya kolaborasi peran strategis dalam menjaga kedaulatan, sementara penghargaan yang diberikan menjadi simbol kehormatan bagi mereka yang telah berkontribusi tanpa henti,” jelas dia.
Dalam keterangan foto yang diunggah, ada enam nama yang menjadi Stafsus Menhan. Berdasarkan penelusuran, sosok yang dimaksud adalah Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo alias Deddy Corbuzier, Kris Wijoyo Soepandji yang dikenal sebagai pengajar di Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI) serta berkecimpung di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) RI, dan Lenis Kogoya selaku Staf Khusus Presiden yang juga dikenal sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua.
Kemudian Mayjen Sudrajat selaku mantan Staf Ahli Panglima TNI, Indra Irawan selaku Corporate Secretary PT Pindad, dan Sylvia Efi Widyantari Sumarlin yang dikenal sebagai petinggi di bidang teknologi informasi.
“Dengan amanah baru ini, diharapkan lahir inovasi serta kebijakan yang semakin memperkokoh pertahanan nasional demi masa depan Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat,” Sjafrie menandaskan.