Khamenei Sebut Trump Bertanggung Jawab Penuh atas Kerusuhan Iran
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuding Presiden AS Donald Trump bertanggung jawab atas korban jiwa dan kerusakan dalam kerusuhan Iran. Khamenei menyebut AS berupaya 'menelan' Iran. Mengapa demikian?
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu (17/1) secara tegas menyatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas korban jiwa dan kerusakan selama gelombang protes terbaru di Iran. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah pertemuan penting di Teheran, di tengah memanasnya situasi politik dan sosial di negara tersebut.
Khamenei menuduh Trump terlibat langsung dalam apa yang ia sebut sebagai “hasutan” terbaru ini, dengan melontarkan ancaman serta memberikan dorongan dan dukungan kepada para penghasut. Menurutnya, tujuan utama Amerika Serikat dalam gejolak ini adalah untuk “menelan” Iran, sebuah klaim yang mengindikasikan adanya campur tangan asing.
Aksi protes antipemerintah ini awalnya dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi dan anjloknya nilai mata uang nasional Iran, rial, yang pecah di Teheran akhir bulan lalu. Gejolak tersebut kemudian meluas ke berbagai kota lain di Iran, menyebabkan bentrokan dan kerusakan signifikan di beberapa wilayah.
Tuduhan Keterlibatan AS dalam Kerusuhan Iran
Ayatollah Ali Khamenei secara historis melihat upaya AS untuk mengembalikan dominasinya atas Iran sejak Revolusi Iran 1979. Ia menyatakan bahwa seluruh pemerintahan di Washington, terlepas dari siapa presidennya, menjalankan kebijakan yang sama untuk melemahkan Iran.
Dalam konteks kerusuhan terbaru ini, Khamenei menegaskan bahwa kali ini Presiden AS sendiri yang “mendorong para penghasut,” yang ia sebut sebagai kelompok bersenjata. Hal ini menunjukkan peningkatan eskalasi dalam tuduhan campur tangan langsung dari Washington.
Khamenei juga menuduh Amerika Serikat dan Israel telah “mengidentifikasi dan melatih” sejumlah individu di dalam Iran. Individu-individu ini, menurut Khamenei, bertujuan untuk menciptakan ketakutan dan melakukan perusakan di berbagai wilayah Iran.
Aparat penegak hukum Iran dilaporkan telah menangkap “sejumlah besar” dari individu-individu yang dituduh tersebut. Ini menjadi bukti klaim pemerintah Iran tentang adanya agen-agen asing yang beroperasi di dalam negeri.
Dampak dan Klaim Kerusakan Akibat Protes
Aksi protes di Iran berubah menjadi kekerasan setelah putra mantan raja Iran yang bermukim di AS menyerukan masyarakat untuk turun ke jalan memprotes pemerintah. Seruan ini memperparah situasi yang sudah tegang akibat kondisi ekonomi.
Di tengah bentrokan sengit antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan, ratusan korban dilaporkan berjatuhan, terutama di provinsi-provinsi bagian barat Iran. Jumlah pasti korban tewas belum diumumkan secara resmi, namun perkiraan tidak resmi menyebutkan angka berkisar dari ratusan hingga ribuan orang.
Kepolisian Iran menyatakan bahwa aksi protes damai telah “dibajak oleh perusuh” yang, menurut klaim mereka, didukung oleh badan intelijen AS dan Israel. Pernyataan ini memperkuat narasi pemerintah tentang adanya campur tangan eksternal.
Sejumlah serangan dilaporkan terjadi terhadap gedung-gedung pemerintah, kantor polisi, toko, bank, dan masjid di berbagai wilayah, termasuk di Teheran. Kerusakan yang ditimbulkan diperkirakan mencapai ratusan juta dolar AS berdasarkan perhitungan awal. Khamenei secara spesifik menyebutkan bahwa para perusuh membakar sekitar 250 masjid di seluruh negeri serta menyerang bank dan toko.
Kondisi Ekonomi dan Sikap Tegas Iran
Khamenei mengakui bahwa kondisi ekonomi nasional Iran saat ini sedang tidak baik, dengan kehidupan masyarakat berada dalam tekanan serius. Pengakuan ini menyoroti akar masalah dari gelombang protes yang terjadi di negara tersebut.
Ia meminta otoritas terkait untuk bekerja dengan kesungguhan lebih besar dalam penyediaan kebutuhan pokok, pakan ternak, pangan, serta pasokan penting lainnya bagi masyarakat. Ini menunjukkan upaya pemerintah untuk mengatasi krisis ekonomi yang melanda.
Meskipun demikian, Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan perang, namun tidak akan membiarkan “para penjahat domestik dan internasional” lolos tanpa hukuman. Pernyataan ini menunjukkan sikap tegas Iran terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kekacauan.
Pernyataan Khamenei disampaikan setelah Trump mengatakan telah menangguhkan rencana serangan terhadap Iran dan bahwa negara itu telah menghentikan eksekusi terhadap para pengunjuk rasa. Sementara itu, lembaga peradilan Iran menyatakan hingga kini belum ada seorang pun yang terlibat dalam aksi protes terbaru yang dijatuhi hukuman mati.
Sumber: AntaraNews