Keras! Rike 'Oneng' Soroti Pemangkasan Anggaran Bendungan Cibeet: Karawang-Bekasi Bisa Habis, Pak
Wanita yang akrab disapa Oneng ini menyoroti dampak efisiensi anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran.
Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek Bendungan Cibeet di Jonggol, Kabupaten Bogor, Kamis (22/1). Dalam kunjungannya, politisi PDIP ini menyuarakan keprihatinan mendalam terkait pemangkasan anggaran drastis yang mengancam kelanjutan proyek strategis tersebut.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @riekediahp, wanita yang akrab disapa Oneng ini menyoroti dampak efisiensi anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran. Ia khawatir, jika bendungan ini mangkrak, banjir tahunan di Karawang dan Bekasi yang notabene kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara tidak akan pernah tuntas.
Anggaran Dipangkas Drastis
Rieke membeberkan data yang cukup mengejutkan. Proyek Bendungan Cibeet yang total anggarannya mencapai Rp5,4 triliun ini seharusnya mendapatkan kucuran dana sebesar Rp1 triliun pada tahun 2026. Namun, dengan alasan efisiensi, dana yang turun hanya Rp34 miliar.
"Tapi dengan alasan efisiensi hanya dapat 34 miliar rupiah saja. Apakah cukup? Enggak cukup. Apa yang mau dikerjain kayak gini?" tegas Rieke dalam videonya.
Pemangkasan ini berdampak fatal pada progres pembangunan. Dari 1.800 pekerja di Cibeet, kini hanya tersisa 20 orang. Sementara di Cijuray, dari 1.500 pekerja, tersisa 30 orang. Rieke menyebut ada indikasi catatan utang yang membengkak hingga ratusan miliar rupiah.
Sentil Menkeu "Kang Purbaya"
Dalam videonya, Rieke secara khusus menyentil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia meminta agar efisiensi anggaran dilakukan secara terukur dan tidak mengorbankan proyek vital penangkal banjir.
"Kang Purbaya, hayo. Kang Purbaya itu orang Bogor. Ini bendungan plis jangan diefisiensi," seru Rieke.
"Kalau debit curah hujan tahun depan itu lebih tinggi, apa jadinya dengan Jawa Barat? Karawang-Bekasi habis, Pak, habis. Kerugian bisa lebih dari 5,4 triliun," tambahnya memperingatkan.
Solusi Banjir Bukan Cuma Sembako
Rieke menegaskan bahwa kedatangannya sejak jam 6 pagi ke lokasi bukan sekadar pencitraan. Ia ingin mencari akar masalah banjir yang merendam 17 kecamatan di Bekasi dan 12 kecamatan di Karawang, serta menghancurkan ribuan hektare sawah.
Menurutnya, solusi banjir tidak cukup hanya dengan bagi-bagi sembako, membuka dapur umum, atau foto-foto pejabat di lokasi bencana. Penyelesaian harus dilakukan lewat keputusan politik yang tepat, salah satunya dengan merampungkan Bendungan Cibeet dan Cijuray.
"Biar solusi banjir itu bukan hanya bagi sembako... Yuk kita lihat, kita cari solusinya," ujarnya.
Kampanye #ViralForJustice dan #SaveJawaBarat yang digaungkan Rieke ini diharapkan bisa membuka mata para pemangku kebijakan untuk memprioritaskan penyelesaian infrastruktur pengendali banjir demi keselamatan warga dan keberlangsungan kawasan industri nasional.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie