Kepala BNN RI: Pengabdian Melawan Narkoba Bernilai Ibadah
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pengabdian melawan narkoba memiliki nilai ibadah, mendorong integritas dan sinergi dalam menjaga ketahanan generasi muda.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, menekankan bahwa pengabdian dalam memerangi narkoba memiliki nilai ibadah. Pernyataan ini disampaikan saat momentum buka puasa bersama di lingkungan BNN, Jakarta, pada Kamis (5/3). Beliau menggarisbawahi pentingnya niat tulus dalam setiap tugas yang diemban oleh aparatur negara.
Menurut Komjen Pol. Suyudi, bagi aparatur negara, bekerja dan mengabdi kepada masyarakat dapat menjadi bentuk ibadah jika dijalankan dengan niat yang tulus. Setiap tetes keringat yang dikeluarkan saat menjalankan tugas, jika diniatkan karena Allah, akan bernilai pahala. Hal ini disampaikan dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (7/3).
Beliau juga mengingatkan bahwa menjalankan tugas negara tidak hanya menuntut kemampuan profesional semata. Namun, juga memerlukan ketenangan batin dan kekuatan rohani. Ini penting untuk menjaga semangat pengabdian tetap menyala di tengah berbagai tantangan dalam upaya pemberantasan narkoba.
Semangat Ramadhan Memperkuat Integritas Insan BNN
Pembinaan spiritual menjadi krusial agar para pegawai tidak mengalami kelelahan mental dalam menjalankan tanggung jawab mereka yang berat. Dengan kekuatan rohani, diharapkan mereka dapat menghadapi tekanan dan tantangan tugas dengan lebih baik.
Komjen Pol. Suyudi mengajak seluruh keluarga besar BNN untuk memanfaatkan sisa Ramadhan dengan memperbanyak amal kebaikan. Ini bisa dilakukan baik melalui ibadah ritual maupun aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Puasa Ramadhan juga dianggap sebagai latihan pengendalian diri yang sangat relevan dengan semangat reformasi birokrasi di lingkungan pemerintahan. Nilai-nilai spiritual yang tumbuh selama Ramadhan diharapkan dapat memperkuat integritas insan BNN.
Integritas ini mendorong disiplin kerja, menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang merugikan negara. Selain itu, juga terus berkomitmen dalam menjalankan tugas demi menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba.
Sinergi BNN dan Masyarakat dalam Menjaga Ketahanan Generasi
Momentum buka puasa bersama tersebut dimaknai lebih dari sekadar agenda tahunan Ramadhan. Kebersamaan itu menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan BNN untuk mengisi ulang energi spiritual di tengah tugas melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.
Sebelumnya, BNN RI bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Santri Pasundan telah bersinergi untuk memperkokoh ketahanan generasi dari ancaman narkotika. Pertemuan kolaborasi ini berlangsung di Jakarta, pada Selasa (3/3).
Kepala BNN RI menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi ancaman serius dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Penyebarannya telah merambah berbagai wilayah, termasuk pedesaan dan lingkungan pendidikan, menunjukkan tingkat bahaya yang tinggi.
Generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan menjadi sasaran jaringan pengedar narkoba, sehingga memerlukan perhatian khusus. Oleh karena itu, langkah pencegahan yang komprehensif sangat diperlukan melalui penguatan ketahanan moral, spiritual, dan sosial sejak dini. Tujuannya agar generasi bangsa memiliki daya tangkal yang kuat terhadap ancaman narkotika.
Sumber: AntaraNews