Kemendikdasmen Sosialisasikan Buku Teks Digital Interaktif, Perkaya Proses Belajar Mengajar
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) gencar sosialisasikan penggunaan buku teks digital interaktif untuk tingkatkan kualitas pembelajaran. Inovasi ini diharapkan mampu memperkaya strategi guru serta mendorong kemandirian belajar sisw
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini aktif mensosialisasikan penggunaan buku teks utama digital interaktif. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkaya strategi guru dalam proses kegiatan belajar mengajar di ruang kelas.
Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa kehadiran buku tersebut juga untuk menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi. Hal ini menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan dan konteks peserta didik, serta mendorong partisipasi aktif dan kemandirian belajar murid.
Sosialisasi ini dilakukan melalui webinar bertajuk "Sosialisasi Penggunaan Buku Teks Utama Digital Interaktif" di Jakarta pada Jumat, 13 Februari. Inisiatif ini menegaskan peran teknologi sebagai sarana peningkatan mutu pendidikan, bukan sebagai tujuan akhir.
Pentingnya Inovasi Buku Teks Digital Interaktif
Nunuk Suryani menekankan kembali pernyataan Mendikdasmen Abdul Mu'ti bahwa peran guru dan pendidik tidak bisa tergantikan oleh teknologi. Kehadiran guru tetap menjadi sentra dalam proses pendidikan, karena pendidikan bukan hanya mentransfer ilmu.
Pendidikan juga memiliki peran krusial dalam membentuk karakter peserta didik. Oleh karena itu, guru tetap menjadi aktor utama dalam pembelajaran di era digitalisasi ini.
Pihaknya menegaskan bahwa digitalisasi adalah keniscayaan yang sudah seharusnya ada. Namun, digitalisasi bukan menjadi tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, inklusif, dan berpusat pada mutu.
Fitur dan Manfaat Buku Teks Digital Interaktif
Lebih lanjut, Nunuk Suryani mengatakan bahwa kehadiran buku teks digital interaktif menjadi alat bantu pedagogis. Alat ini memberi kemudahan sekaligus fleksibilitas bagi guru untuk merancang pembelajaran yang relevan dan menarik.
Buku tersebut disusun selaras dengan capaian pembelajaran yang kemudian dikembangkan lebih lanjut. Materi tidak hanya menyajikan informasi dalam bentuk teks, namun juga menghadirkan konten-konten interaktif.
Konten interaktif ini dapat membantu guru maupun murid dalam proses belajar mengajar secara lebih efektif. Diharapkan para guru dan pendidik dapat memiliki pemahaman yang utuh mengenai penggunaannya.
Harapan Peningkatan Kualitas Pendidikan
Kemendikdasmen berharap para guru dan pendidik dapat mengikuti kegiatan sosialisasi ini secara aktif. Mereka didorong untuk tidak ragu mencoba serta mengeksplorasi fitur-fitur yang tersedia dalam buku teks digital interaktif.
Nunuk Suryani berharap Buku Teks Utama Digital Interaktif ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan bijak. Pemanfaatan yang tepat akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Selain itu, pemanfaatan buku ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan capaian belajar peserta didik. Inovasi ini menjadi langkah maju dalam ekosistem pendidikan di Indonesia.
Sumber: AntaraNews