Karya Terbaru Noorca M. Massardi: Luncurkan Dua Buku di Tahun 2026
Sastrawan dan Wakil Ketua LSF, Noorca M. Massardi, membuktikan konsistensinya dalam berliterasi dengan meluncurkan dua Karya Terbaru Noorca M. Massardi di tahun 2026, yakni kumpulan puisi dan novel, yang siap memperkaya khazanah sastra nasional.
Sastrawan terkemuka sekaligus Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Noorca M. Massardi, mengumumkan peluncuran dua karya terbarunya pada tahun 2026. Inisiatif ini merupakan wujud komitmennya dalam merawat tradisi literasi di Indonesia.
Kedua karya tersebut meliputi kumpulan puisi berjudul “72 Rumah dan Hal Ihwal di Sekitarnya” dan sebuah novel bertajuk “Pemakan Buah”. Peluncuran ini sekaligus menegaskan bahwa kreativitas seorang seniman tidak mengenal batasan usia.
Acara peluncuran dikemas dalam format "Panggung & Dialog Kebudayaan" di Jakarta, yang tidak hanya menampilkan monolog dan pembacaan puisi, tetapi juga bedah karya bersama narasumber sastrawan.
Refleksi Kehidupan dalam Kumpulan Puisi "72 Rumah"
Kumpulan puisi “72 Rumah dan Hal Ihwal di Sekitarnya” merupakan buku puisi kesembilan Noorca M. Massardi. Karya ini merefleksikan kehidupan keseharian melalui metafora "rumah" dan ruang domestik yang mendalam.
Buku ini diperkaya dengan ilustrasi indah dari sang istri, Rayni N. Massardi, menambah dimensi artistik pada setiap puisinya. Noorca berpendapat bahwa membahas hal-hal remeh dalam karya sastra bisa menjadi sangat menarik dan bermakna.
Ia mencontohkan bagaimana sebuah piring, yang sering dianggap sepele, memiliki peran fundamental dalam kehidupan. "Misalnya piring, orang enggak peduli sama piring kan, paling makan terus jadi selesai, tapi dari piring itulah kita hidup menikmati hasil dari payah begitu kan," ujarnya.
"Pemakan Buah", Alegori Politik Futuristik Karya Terbaru Noorca M. Massardi
Selain puisi, Noorca M. Massardi juga merilis novel fiksi panjang ketujuhnya, “Pemakan Buah”. Novel ini menawarkan epik futuristik yang kaya akan intrik politik dan dilema hukum.
Kisah dalam novel ini berpusat pada korupsi kekuasaan di Kerajaan Terrajannah, sebuah alegori tajam terhadap dinamika sosial-politik kontemporer. Noorca menjelaskan bahwa novel ini mengangkat misteri buah terlarang atau buah pengetahuan.
"Novel ini tentang misteri buah terlarang, buah pengetahuan. Yang ketika orang memakannya, itu mendapatkan sesuatu yang di luar dugaan," ujar Noorca. Karya ini diharapkan dapat memancing refleksi pembaca tentang kekuasaan dan konsekuensinya.
Peluncuran dan Komitmen Literasi Noorca M. Massardi
Acara peluncuran kedua karya ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan buku, tetapi juga sebuah "Panggung & Dialog Kebudayaan" yang interaktif. Monolog dan pembacaan puisi turut memeriahkan suasana peluncuran.
Sesi bedah karya menghadirkan narasumber sastrawan terkemuka seperti Ikhsan Risfandi (IRZI) dan HM. Nasruddin Anshoriy Ch (Gus Nas), yang memberikan analisis mendalam. Ini menunjukkan komitmen Noorca M. Massardi terhadap diskusi sastra.
Sebagai bagian dari edukasi publik, akan ada penyerahan simbolis 250 paket buku kepada mahasiswa, perpustakaan, dan komunitas literasi yang hadir di GIK. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas jangkauan literasi di masyarakat.
Noorca M. Massardi sendiri merupakan lulusan École Supérieure de Journalisme (ESJ) Paris dan memiliki rekam jejak panjang sebagai pewarta serta tokoh seni dan perfilman. Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua LSF periode 2024–2028 dan pada 2024 menerima penghargaan 50 Tahun Berkarya di Bidang Sastra dan Bahasa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek.
Sumber: AntaraNews