Jenderal Bintang Empat TNI Eks Kasad Dengar Kabar Ada Dalang Tunggangi Kerusuhan Demo
Namun, ia menegaskan ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi tersebut untuk memicu kerusuhan.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Dudung Abdurrachman menilai aksi demonstrasi mahasiswa dan buruh yang berlangsung beberapa waktu terakhir merupakan bentuk penyampaian aspirasi terhadap kebijakan pemerintah. Namun, ia menegaskan ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi tersebut untuk memicu kerusuhan.
"Tentunya mahasiswa-mahasiswa kemarin demo, termasuk para buruh, saya punya keyakinan bahwa mereka itu pasti hanya menyampaikan aspirasinya. Namun kan ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi yang rusuh-rusuh ini lah yang menurut saya tidak bertanggungjawab," kata Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/9).
Dudung enggan membeberkan siapa pihak yang disebut menunggangi aksi demonstrasi hingga memicu kericuhan di berbagai daerah. Ia hanya memberi sinyal bahwa dalang kerusuhan bisa berasal dari dalam maupun luar negeri.
"Yang lebih tahu adalah kepolisian. Kalau saya hanya dengar-dengar tapi kan tidak bisa kita pertanggung jawabkan. Bisa jadi dari dalam maupun dari luar," ujarnya.
Kebijakan Prabowo buat Kesejahteraan Masyarakat
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) itu juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memahami kebijakan pemerintah tidak akan selalu memuaskan semua pihak. Meski demikian, kata Dudung, seluruh kebijakan yang dibuat Prabowo bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Bapak Presiden pernah hari Minggu menyampaikan bahwa tentunya kebijakan-kebijakan beliau tidak sepenuhnya banyak orang yang, ada orang juga yang merasa dirugikan mungkin ya. Sehingga padahal beliau itu dengan tujuannya yang sangat mulia kao saya lihat itu. Bagaimana ingin mensejahterakan rakyat Indonesia, bagaimana jangan sampai anak-anak tidak makan, bagaimana memajukan bangsa," jelas Dudung.
Lebih lanjut, Dudung mengatakan akan melaporkan kepada Presiden mengenai berbagai isu yang perlu diantisipasi, termasuk soal alutsista, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan. Ia mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga persatuan dan stabilitas nasional.
"Sehingga jangan sampai hanya karena oknum-oknum tertentu yang membuat rusuh, sehingga negara kita tidak bisa terkendali," tegasnya.