Ironi Peledakan SMA 72: Pelaku Luka dan Kini Dirawat di RS Polri, Begini Keadaannya!
Kondisi ABH setelah dievaluasi dari saat pertama terjadinya insiden sampai hari ini terus ditangani
Pelaku peledakan di SMA Negeri 72 Jakarta yang diketahui merupakan anak berhadapan dengan hukum (ABH) kini masih dalam tahap pemulihan medis. Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes dr. Martinus Ginting, menyebutkan bahwa pelaku ikut terluka karena ledakan yang dirancangnya sendiri.
"Kami paling utama adalah kepentingan pasien makanya, pasien ini salah satu ABH saat ini dirawat di Rumah Sakit Sukanto (RS Polri Keramat Jati) untuk kepentingan pasien," kata dr Martinus kepada awak media saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/11).
Kondisi ABH
Menurut dr Martinus, kondisi ABH setelah dievaluasi dari saat pertama terjadinya insiden sampai hari ini terus ditangani dengan semaksimal mungkin. Tercatat, tindakan operasi sudah dilakukan terhadap yang bersangkutan.
"Paisen ini juga kami lakukan tadi tindakan operasi namanya dekompresi tulang kepala, karena waktu kejadian itu ada dekompresi tulang kepala. Jadi kami melakukan perawatan supaya lebih maksimal dan penanganan kami disana dokter bedah ahli syaraf dan dokter bedah plastik," tutur dr Martinus.
Diberitakan sebelumnya, sebuah peristiwa ledakan terjadi di SMA 72 Jakarta pada Jumat 7 November 2025. Hal itu terjadi saat pelajar laki-laki yang beragama Islam sedang menunaikan ibadah Salat Jumat.
Hasil investigasi kepolisian
Hasil investigasi kepolisian menemukan, ledakan berasal dari bom rakitan yang dibawa oleh seorang pelajar di sekolah tersebut.
Akibat ulahnya, puluhan pelajar dan menjadi korban hingga dilarikan ke rumah sakit terdekat.