Inovasi Banyuwangi Jagoan Tani dan I-Care Raih Penghargaan Kovablik Jatim 2025
Dua inovasi Banyuwangi, Jagoan Tani dan I-Care, berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Tahun 2025 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat provinsi. Dua inovasi unggulan daerah, yakni Jagoan Tani dan I-Care, sukses meraih penghargaan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Tahun 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pengumuman penghargaan ini disampaikan pada 13 Desember, menegaskan komitmen Banyuwangi dalam menghadirkan pelayanan publik yang inovatif dan prima.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi positif yang terus diterima inovasi-inovasi dari Banyuwangi. "Kami bersyukur inovasi Banyuwangi terus mendapatkan apresiasi positif, baik dari pemerintah pusat maupun Provinsi Jatim, dan prestasi ini semakin memotivasi kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang prima," ujar Wabup Mujiono di Banyuwangi. Prestasi ini menjadi dorongan kuat untuk terus berinovasi demi kemajuan daerah.
Dalam ajang Kovablik tersebut, inovasi Jagoan Tani berhasil menyabet predikat Top 9 Outstanding Public Service Innovations 2025. Sementara itu, inovasi I-Care meraih posisi Top 45 Inovasi Pelayanan Publik. Pencapaian ini sekaligus melengkapi rekam jejak Banyuwangi yang telah delapan kali ditetapkan sebagai Daerah Terinovatif se-Indonesia oleh Kementerian Dalam Negeri.
Jagoan Tani: Membangun Wirausaha Muda Agribisnis
Inovasi Jagoan Tani merupakan program inkubasi yang dirancang khusus bagi anak-anak muda daerah yang memiliki minat besar di sektor pertanian. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha muda di bidang agribisnis, memberikan mereka bekal pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Setiap tahunnya, ratusan anak muda dengan rintisan usaha pertanian aktif mengikuti program ini untuk mengembangkan bisnis mereka.
Peserta Jagoan Tani tidak hanya mendapatkan ilmu dan pelatihan, tetapi juga difasilitasi untuk terhubung dengan berbagai pihak. Mereka dikoneksikan dengan perbankan, jaringan dunia usaha, hingga mendapatkan stimulus modal untuk pengembangan usaha. Pendekatan holistik ini memastikan para peserta memiliki ekosistem yang mendukung pertumbuhan bisnis mereka di sektor pertanian.
Melalui program Jagoan Tani, Banyuwangi telah berhasil mencetak ribuan wirausaha muda. "Dari Jagoan Tani lahir sekitar 4.000 wirausaha muda di sektor agribisnis, mereka berbekal ilmu yang didapatkan selama inkubasi, dan peserta juga mampu menjalankan usaha di sektor pertanian secara lebih modern," kata Mujiono. Hal ini menunjukkan dampak signifikan Jagoan Tani dalam memajukan sektor pertanian lokal dengan sentuhan modernisasi.
I-Care: Penanganan Cepat Pasien Stroke di Periode Emas
Selain Jagoan Tani, inovasi I-Care juga mendapatkan pengakuan dalam Kovablik 2025. I-Care adalah sebuah program inovatif yang berfokus pada penanganan pasien stroke dengan memfasilitasi rujukan cepat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan angka keberhasilan penanganan pada periode emas, yaitu dalam waktu 4,5 jam sejak serangan awal stroke terjadi.
Kecepatan penanganan menjadi kunci utama dalam kasus stroke, dan I-Care dirancang untuk mempercepat proses pasien tiba di rumah sakit. Dengan penanganan yang tepat dan cepat di masa periode emas, risiko cacat permanen hingga kematian pada penderita stroke dapat diminimalisir secara signifikan. Inovasi ini memberikan harapan baru bagi pasien dan keluarga dalam menghadapi kondisi kritis tersebut.
"Tujuannya mempercepat pasien tiba di rumah sakit, karena dengan penanganan tepat di masa periode emas, untuk mengurangi risiko cacat permanen hingga kematian pada penderita," jelas Wabup Mujiono. I-Care menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya untuk kondisi gawat darurat seperti stroke.
Sumber: AntaraNews