Hindari Aksi Ditunggangi, 4 Konfederasi Buruh Tunda Demo
Empat konfederasi serikat pekerja di Indonesia telah sepakat untuk menunda aksi unjuk rasa dalam waktu dekat.
Empat konfederasi serikat pekerja di Indonesia telah sepakat untuk menunda aksi unjuk rasa dalam waktu dekat setelah terjadinya kerusuhan pada demonstrasi pekan lalu yang berujung pada pembakaran dan penjarahan.
Keempat konfederasi tersebut meliputi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Pembaruan, dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).
Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, menegaskan bahwa dirinya bersama tiga pimpinan konfederasi lainnya telah memberikan instruksi kepada para buruh untuk bersiaga, namun tidak akan ikut serta dalam aksi sampai situasi dianggap aman.
"Empat konfederasi buruh sepakat untuk tidak menurunkan massa dalam waktu dekat karena kami ingin menjaga kondusivitas, damai," ungkap Andi Gani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/9/2025).
Andi Gani juga menyoroti bahwa jumlah buruh yang besar, yang bisa mencapai puluhan ribu orang, berpotensi memicu eskalasi jika mereka turun ke jalan. Ia menegaskan bahwa buruh tidak akan diam saja jika kawasan industri tempat mereka bekerja terganggu.
"Kami tidak akan tinggal diam apabila wilayah industri diganggu. Tapi demonstrasi damai tetap harus dijaga sebagai ruang demokrasi," tambahnya.
Sikap KSPI dan Ajakan untuk Menghindari Provokasi
Said Iqbal, yang menjabat sebagai Presiden Partai Buruh dan juga Presiden KSPI, menegaskan bahwa serikatnya tidak memiliki rencana untuk melakukan aksi demonstrasi dalam waktu dekat meskipun mereka sempat berpartisipasi dalam aksi pada Kamis (28/8) lalu.
"Bila akan melakukan aksi, kami akan ikuti prosedur, undang-undang, dan yang terpenting hindari anarkis serta kekerasan. Kalau rusuh, kita semua yang rugi," ungkapnya dengan tegas.
Di sisi lain, Jumhur Hidayat selaku Ketua Umum KSPSI Pembaruan dan Ely Rosita Silaban yang merupakan Presiden KSBSI, juga menandatangani instruksi bersama yang menyerukan kepada buruh untuk menahan diri dan tidak terpengaruh oleh provokasi dari pihak-pihak tertentu. Andi Gani, secara khusus, meminta kepada anggota KSPSI agar menunggu instruksi resmi dari pimpinan pusat.
"Semua buruh KSPSI, sebagai konfederasi buruh terbesar, saya minta menahan diri, hindari wilayah berbahaya, dan tetap taat pada komando," kata Gani.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332409/original/035696700_1756476688-CMS_PORTRAIT_1.jpg)