Hektaran Kebun Teh Pangalengan Rusak Diduga Sengaja, Pegawai Resah
Ini menyusul adanya dugaan perusakan sengaja terhadap tanaman teh di area perkebunan oleh pihak tertentu.
Gejolak keresahan pegawai kebun teh di kawasan Malabar, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat kembali terjadi. Ini menyusul adanya dugaan perusakan sengaja terhadap tanaman teh di area perkebunan oleh pihak tertentu.
Sejumlah pegawai kebun melakukan aksi unjuk rasa, di depan Pabrik Teh Malabar, pada Selasa 22 November 2025 lalu. Pada video yang beredar di media sosial, mereka tampak geram dalam aksi itu. Di video lain, tampak pula sejumlah pegawai, yang terdiri dari perempuan lansia, kebun yang bersedih campur marah.
Perusakan tanaman teh dikhawatirkan bisa mengancam ladang mereka mencari nafkah. Perusakan ditengarai bertujuan agar area kebun teh, bisa dialihfungsikan menjadi kebun lahan pertanian oleh pihak tertentu.
Perkara dugaan perusakan tanaman teh ini diketahui bukan yang kali pertama terjadi di di area perkebunan PTPN I Regional II Malabar, itu. Sebelumnya, kejadian serupa terjadi pada bulan April 2025 lalu.
Gubernur Jabar
Urusan ini pun telah membetot perhatian sejumlah pihak, termasuk, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Perkebunan dan kepolisian setempat untuk upaya tindak lanjut.
"Itu setelah saya cek kepala dinas perkebunan, itu kan sudah lapor ke polres kabupaten bandung dan saya tadi sudah telepon ke kapolresnya untuk segera ditindaklanjuti karena apa? Karena itu kategorinya pengrusakan,” ungkap Dedi, Kamis (27/11).
Polisi Olah TKP
Sementara itu, pihak Polresta Bandung telah melakukan olah tempat kejadian perkara terkait perkara ini, pada Kamis (27/11). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya tindak lanjut.
Informasi awal yang pihak Polresta Bandung terima dari pihak PTPN VIII, aksi dugaan perusakan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, pada dini hari saat patroli belum berada di lokasi. Perusakan terjadi diduga sejak Oktober 2025.
“Kami akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku serta motif di balik perusakan ini, dan memastikan penegakan hukum berjalan secara profesional dan transparan,” kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, melalui Kasatreskrim Kompol Luthfi Olot Gigantara, dalam keterangannya yang diterima Kamis (27/11).
Sejumlah titik lokasi
Hasilnya, terungkap bahwa terdapat sejumlah titik lokasi perkebunan yang mengalami kerusakan cukup luas. Pada Blok Bojong Waru, Desa Margamulya, ditemukan sekitar 5 hektare tanaman teh yang telah ditebang dari pangkal batang dan mengering. Di Blok Cipicung I, hamparan rusak itu membentang sekitar 8,25 hektare. Blok Cipicung II, terdapat sekira 1 hektare tanaman ikut jadi rusak. Petugas pun menemukan tumpukan pucuk teh yang sudah ditebas, disusun rapi seperti siap dibakar.
Selain olah TKP, Polresta Bandung juga telah menyiapkan upaya tindak lanjut lainnya terkait kasus ini, termasuk penerbitan Laporan Informasi atas video viral terkait perusakan kebun teh, serta pemanggilan pihak PTPN VIII pada 1 Desember 2025 dan pihak Kementerian BUMN pada 3 Desember 2025.
"Polresta Bandung menegaskan komitmennya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan memastikan aset negara tetap terlindungi," katanya.