Eks Anggota DPRD Palembang jadi Buronan usai Aniaya Mantan Istri hingga Kritis, Ternyata Motifnya Urusan Cinta
Penyidik menetapkan MSZ sebagai tersangka penganiayaan berat terhadap mantan istrinya.
Penyidik menetapkan MSZ sebagai tersangka penganiayaan berat terhadap mantan istrinya. Polisi tengah memburu keberadaan bekas anggota DPRD Palembang itu.
Penetapan tersangka setelah penyidik melengkapi alat bukti kuat untuk menjerat MSZ. Kini polisi berupaya menangkap tersangka.
"Status hukumnya sudah naik ke penyidikan dan MSZ jadi tersangka. Dia kami upayakan segera ditangkap," ungkap Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono, Jumat (21/3).
Berdasarkan keterangan saksi-saksi, penganiayaan dilatarbelakangi kekesalan tersangka atas penolakan rujuk dari korban. Tersangka bahkan bersumpah tidak ikhlas mantan istrinya hidup sendiri tanpa dirinya meski sudah bercerai.
"Motifnya jengkel karena mantan istrinya mau diajak rujuk tapi tidak mau. Tersangka nekat menyakiti korban, mungkin cinta mati tersangka ke korban," kata Harryo.
Diberitakan sebelumnya, seorang aparatur sipil negara, PW (40), dirawat di rumah sakit akibat mengalami banyak luka tusukan di tubuhnya. Korban dianiaya mantan suaminya yang juga eks anggota DPRD Palembang, MSZ alias AJ.
Peristiwa ini terjadi saat korban datang ke rumah kerabatnya di Kelurahan 15 Ulu, Jakabaring Palembang, Rabu (19/3). Kejadiannya viral di media sosial dengan menampilkan kondisi korban terbaring di rumah sakit.
Pelaku datang dengan maksud mengajak rujuk. Korban menolak sehingga pelaku marah. Diketahui, korban dan pelaku telah resmi bercerai melalui Pengadilan Agama pada Januari 2024.
Keduanya pun terlibat cekcok mulut. Pelaku lantas mencabut pisau dari balik jaketnya lalu menusuk korban berkali-kali.
Dalam kondisi terluka parah, korban menyelamatkan diri dengan mengendarai mobil menuju rumah sakit. Korban mengalami 10 luka tusuk di perut, punggung, dada, dan tangan.
Muhammad Sukri Zen adalah mantan anggota DPRD Palembang dari Partai Gerindra. Dia dipecat lantaran menganiaya seorang perempuan saat mengisi bahan bakar minyak di SPBU Palembang beberapa tahun lalu.