Dudung Awasi Ketat Program MBG: Jangan Ada Oknum Menjual Titik
Dudung menekankan MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan lembaganya mengawal secara ketat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia menegaskan pengawasan dilakukan agar program MBG tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
Dudung memperingatkan agar tidak ada oknum yang memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi. Dia menekankan MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
"Jangan sampai ada oknum-oknum yang menjual-jual titik, memanipulasi, atau mengambil keuntungan dari program ini. Jangan sampai terjadi. Saya akan cek terus," kata Dudung dikutip dari siaran persnya, Kamis (21/5/2026).
Menurut dia, KSP dan BGN akan terus memperkuat sinergi pengawasan. Dudung menyebut BGN juga meminta dukungan KSP karena cakupan pelaksanaan program MBG sangat luas dan membutuhkan pengawasan bersama.
Sinergi dengan BGN
"Alhamdulillah kita sinergi dengan BGN. BGN juga meminta dibantu pengawasan karena program ini sangat besar dan cukup banyak titik yang harus dipantau," ujarnya.
Dudung mengungkapkan dirinya telah dipanggil Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk membahas langkah-langkah perbaikan pelaksanaan MBG. Dudung mengatakan perbaikan dilakukan dengan melibatkan pakar gizi dan pihak-pihak yang benar-benar memahami tata kelola dapur.
"Tadi sebelum bertemu Kepala BGN, saya dipanggil oleh Bapak Wakil Presiden untuk membahas bagaimana perbaikan-perbaikan masalah BGN. Karena itu, didatangkan pakar-pakar gizi dan pakar yang betul-betul menguasai masalah dapur, agar ke depan semakin baik," jelas Dudung.
Mantan KSAD itu menegaskan program MBG harus terus didukung karena memiliki manfaat besar bagi anak-anak Indonesia. Dudung menyampaikan program ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi bagian dari investasi sumber daya manusia bangsa.
"Ini program prioritas Presiden yang harus kita dukung. Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kita. Karena itu, pelaksanaannya harus terus diperbaiki, diawasi, dan dipastikan tepat sasaran," pungkas Dudung.