Driver Ojol di Bantul Jadi Korban Penganiayaan, Dicelurit Pacar Pelanggan Usai Diminta Cancel Orderan Perempuan
Warga yang melihat insiden tersebut meminta pelaku dan korban saling pulang ke rumah masing-masing.
Seorang pengemudi ojek online (ojol) Budi Febriyanto (35) menjadi sasaran penganiayaan seorang pria berinisial IGS (26) di Serut, Palbapang, Kabupaten Bantul pada Rabu (15/10) dini hari. Peristiwa itu berawal saat korban mendapatkan orderan di daerah Serut, Palbapang, Kabupaten Bantul pada pukul 00.17 WIB.
Budi bergegas menuju titik penjemputan setelah mendapat order online tersebut. Saat tiba di titik jemput, Budi bertemu dengan pelaku berinisial IGS.
"Korban saat sampai ke titik jemput justru dimaki-maki oleh pelaku. Pelaku meminta agar orderan dibatalkan dan korban disuruh pulang," kata Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto, Kamis (16/10).
Hidayanto mengatakan, pengorder ojol ini ternyata adalah pacar pelaku. Pelaku melarang pacarnya untuk order online dan menyuruh korban agar tak mengantarkan pacarnya.
Korban akhirnya membatalkan orderan tersebut. Korban kemudian meninggalkan titik jemput, namun sampai di masjid tak jauh dari titik jemput pelaku mengejar korban.
"Pelaku mengejar dengan sepeda motor dan mengadang korban. Pelaku kemudian menyabetkan celurit kepada korban dan mengenai helm," ujar dia.
Dibubarkan Warga
Menurut Hidayanto, sabetan celurit pelaku mengenai helm korban. Gagang celurit pelaku itu lepas.
"Kemudian pelaku memukul korban. Korban mengalami pemukulan satu di tangan dan dua kali dibagian muka. Korban mengalami luka memar," kata Hidayanto.
Hidayanto menyebut saat peristiwa itu terjadi ada salah seorang warga yang tahu dan melerainya. Warga itu meminta pelaku dan korban untuk pulang ke rumah masing-masing karena kebetulan keduanya tinggal di padukuhan yang sama.
Hidayanto menambahkan peristiwa ini sempat dilakukan mediasi oleh Dukuh setempat. Namun tidak ada titik temu dan korban akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres Bantul.
"Korban melaporkan kejadian ini ke Polres Bantul. Kami juga menemukan barang bukti berupa celurit milik pelaku. Saat ini pelaku sudah kami amankan dan sedang menjalani proses penyelidikan," tutup Hidayanto.
Peristiwa penganiayaan ini sempat membuat pengemudi ojol lain melakukan aksi solidaritas pada Rabu (15/10) malam. Para pengemudi ojol ini sempat mendatangi kediaman pelaku dan mencari keberadaan pelaku.