Disdik Jabar Pastikan ‘Sekolah Maung’ Beroperasi Tahun Ini
Saat ini progresnya sedang membahas petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan Sekolah Maung.
Dinas Pendidikan (Disdik) Pemprov Jawa Barat segera merealisasikan berdirinya Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung pada tahun 2026.
Saat ini progresnya sedang membahas petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan Sekolah Maung.
"Sekolah Maung ini kan lagi disusun juknisnya, pedomannya, termasuk apa FPMB-nya. Ini lagi maraton terus tiap hari," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jabar, Purwanto, kepada wartawan pada Kamis (23/4).
Purwanto menyebut Sekolah Maung akan tersebar di 27 kabupaten dan kota di Jabar.
Adapun Sekolah Maung didirikan bukan dengan cara membangun sekolah baru, tapi mengubah sekolah yang sudah ada jadi sekolah khusus.
Hal yang membedakan Sekolah Maung dan sekolah umum yakni dari kurikulumnya.
"Tahun ajaran baru tuh sudah ada. Sekolah Maung di setiap kabupaten kota ada satu. Termasuk untuk di siapkan Cabang Dinas satu sekolah," ucap dia.
"Total berarti ada 27 SMA Maung dan 13 SMK Maung, spesifik mata pelajaran itu nanti disesuaikan kebutuhan. Ini sekolah kan keunggulannya nanti akan di buat lewat kurikulumnya," lanjut dia.
Diisi Guru Berkualitas
Purwanto menambahkan tiap kelas di Sekolah Maung akan diisi 32 murid.
Mereka akan diajar oleh guru yang memang memiliki kualifikasi untuk mengembangkan minat dan bakat para murid.
"Rekrutmennya nanti ada yang akademik dan non-akademik. Nanti akan diatur pakai Peraturan Gubernur. Tujuan Sekolah Maung ini kan kita ingin melayani mereka yang mempunyai prestasi untuk bisa dilayani sesuai dengan potensi mereka," kata dia.
Dedi Mulyadi Pastikan Tak Ada Kecemburuan
Sementara itu, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, memastikan tak akan ada kecemburuan dari sekolah umum jika nantinya Sekolah Maung sudah resmi berdiri. Sebab, belakangan ini, di Jabar sudah berdiri sekolah khusus seperti Sekolah Maung yang memiliki kualifikasi khusus.
"Enggak juga (ada kecemburuan) begini dari dulu juga begitu kan sama juga ada sekolah-sekolah yang punya kualifikasi khusus kaya taruna nusantara, kan sama juga begitu loh," kata dia.
Melalui Sekolah Maung, Dedi menginginkan agar masyarakat kelas menengah dapat menjadi penggerak pembangunan di Jabar.
Dia juga mengharapkan sekolah umum di Jabar nantinya tak hanya menekankan soal akademik semata tapi juga peka terhadap minat dan bakat murid.
"Harus ada kelas menengah yang menjadi penggerak, yang ingin saya inginkan adalah kelas menengah penggerak," ucap dia.