Catat, Tiga Titik Lokasi Demo di Wilayah Jakarta Hari Ini
Titik ketiga berada di depan Kementerian Agama Haji dan Umrah. Kedua lokasi ini dikawal oleh 734 personel gabungan yang ditempatkan secara strategis.
Polisi siap melakukan pengamanan terhadap sejumlah aksi yang digelar di tiga lokasi di wilayah Jakarta Pusat. Salah satunya yakni di DPR/MPR RI, Jakarta.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki mengatakan, aksi di depan gedung DPR/MPR RI ini dilakukan oleh Pengurus Pusat Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).
Selain DPR, aliansi mahasiswa memilih dua lokasi berbeda untuk menyuarkan aspirasi mereka. Kawasan Monumen Nasional (Monas) menjadi salah satu titik berkumpul massa mahasiswa.
Titik ketiga berada di depan Kementerian Agama Haji dan Umrah. Kedua lokasi ini dikawal oleh 734 personel gabungan yang ditempatkan secara strategis.
"Apel pengamanan aksi unjuk rasa dari Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta Raya. Tempat Kementerian Haji dan Umroh," kata Ruslan dalam keterangannya, Kamis (6/11).
Dirinya menyebut, untuk jumlah personel yang diterjunkan untuk melakukan pengamanan di DPR yakni 1.464 personel.
"Pelayanan Unras di DPR 1.464 dan pelayanan Unras wilayah Jakpus 734," pungkasnya.
Demo Buruh di DPR Hari Ini, Orator Diminta Tak Jadi Provokator
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengimbau orator demo di lapangan tetap menahan diri dan tidak memprovokasi massan untuk bertindak di luar ketentuan hukum yang berlaku.
Pernyataan itu disampaikan Susatyo saat memimpin langsung Tactical Wall Game (TWG) dan apel kesiapan di kawasan DPR/MPR RI.
Rencananya, Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) akan menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, hari ini, Kamis (6/11).
"Kami imbau kepada para orator agar tidak memprovokasi massa lainnya. Tetap tertib, jangan membakar ban, dan jangan merusak fasilitas umum. Sampaikan aspirasi dengan sejuk dan damai," kata dia dalam keterangannya, Kamis.
Dia menjelaskan penyampaian pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara, tetapi tetap harus menjaga ketertiban dan fasilitas umum. Ia menekankan agar para orator tetap menjaga ketertiban umum selama penyampaian aspirasi dilakukan.