Bupati Morowali: Mompakatau, Tradisi Syukuran Tahunan yang Jadi Ajang Perkuat Kebersamaan Warga dan Pemerintah
Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf menegaskan tradisi Mompakatau adalah ajang syukuran tahunan yang perkuat kebersamaan warga serta wadah dialog dengan pemerintah.
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, baru-baru ini menyoroti pentingnya tradisi Mompakatau sebagai ajang pemersatu. Tradisi syukuran tahunan ini rutin digelar oleh masyarakat Desa Buleleng, Morowali, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah wadah untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang telah turun-temurun.
Mompakatau disebut sebagai momen krusial untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Lebih dari itu, tradisi ini juga menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Suasana kekeluargaan yang tercipta memungkinkan dialog terbuka mengenai berbagai isu penting.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Iksan menekankan bahwa Mompakatau memiliki makna mendalam yang melampaui sekadar makan bersama. Ini adalah ruang di mana keluhan, usulan, dan diskusi mengenai persoalan desa dapat disampaikan langsung. Kehadiran pemerintah daerah dalam acara ini menjadi bukti komitmen untuk dekat dengan rakyatnya.
Mompakatau: Lebih dari Sekadar Syukuran
Tradisi Mompakatau, menurut Bupati Iksan, adalah momen kebersamaan yang melampaui sekadar tegur sapa. Ini adalah ajang di mana masyarakat dapat bertemu dengan pemerintah dalam suasana penuh kekeluargaan. Bupati Morowali menjelaskan bahwa kegiatan seperti Mompakatau menjadi ruang dialog yang sangat efektif.
Dengan hadirnya pemerintah daerah, masyarakat Desa Buleleng dapat menyampaikan keluhan, usulan, dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang terjadi di desa. Tradisi ini secara efektif mempererat ikatan emosional antarmasyarakat. Selain itu, Mompakatau juga memperkuat hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah.
“Di sinilah kita membangun kedekatan, menumbuhkan emosi satu dengan yang lain, sehingga tercipta kebersamaan yang lebih kokoh,” ujar Bupati Iksan. Pernyataan ini menegaskan fungsi Mompakatau sebagai fondasi untuk membangun kedekatan dan solidaritas sosial yang lebih kuat di tengah masyarakat.
Memupuk Solidaritas dan Gotong Royong
Tradisi Mompakatau juga berfungsi sebagai momentum penting untuk memupuk nilai-nilai gotong royong dan saling peduli antarsesama warga. Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf mengharapkan tradisi ini semakin menumbuhkan semangat gotong royong. Keterbukaan juga diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat Morowali.
“Kita ingin tradisi ini menjadi ruang tumbuhnya solidaritas sosial,” katanya. Dengan kebersamaan yang kokoh, program pembangunan daerah juga akan lebih mudah berjalan. Hal ini dikarenakan masyarakat akan merasa memiliki dan terlibat langsung dalam setiap proses pembangunan.
Semangat gotong royong yang terpupuk melalui Mompakatau menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Keterlibatan aktif masyarakat memastikan bahwa setiap program yang dijalankan relevan dengan kebutuhan dan aspirasi warga. Ini menciptakan sinergi positif antara pemerintah dan masyarakat.
Komitmen Pemerintah untuk Pelestarian Budaya
Pemerintah daerah Morowali menegaskan komitmennya untuk mendukung pelestarian tradisi dan kearifan lokal. Tradisi seperti Mompakatau dianggap sangat penting karena mampu mengikat solidaritas warga. Dukungan ini mencerminkan pemahaman pemerintah akan nilai budaya sebagai pilar utama pembangunan.
Bupati Iksan menambahkan bahwa tradisi Mompakatau dapat menjadi contoh inspiratif. Ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai budaya lokal mampu menjadi inspirasi dalam membangun desa. Selain itu, Mompakatau juga berperan penting dalam memperkuat identitas masyarakat Morowali.
Pelestarian Mompakatau bukan hanya tentang menjaga warisan leluhur. Lebih dari itu, ini adalah investasi dalam pembangunan sosial dan identitas daerah. Dengan demikian, tradisi ini menjadi bukti nyata bahwa budaya dan pembangunan dapat berjalan seiringan demi kemajuan Morowali.
Sumber: AntaraNews