Band Sukatani Tolak Jadi Duta Polisi, Ini Kata Polri
Band Sukatani menolak tawaran dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menjadi duta Polri usai lagu berjudul 'Bayar Bayar Bayar' viral.
Band Sukatani menolak tawaran dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menjadi duta Polri usai lagu berjudul 'Bayar Bayar Bayar' viral.
Apa respons Polri?
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu menghargai penolakan yang dilakukan band Sukatani tersebut.
"Kembali lagi, apa yang sudah disampaikan tadi pertanyaan teman-teman adalah merupakan hak untuk berekspresi dan kita hargai ya," kata Trunoyudo di Mabes Polri, Senin (3/3).
Propam Polri saat ini tengah memeriksa anggota Polda Jateng yang diduga melakukan intimidasi ke Band Sukatani karena lirik lagunya berisikan 'Bayar Polisi'. Sehingga Band Sukatani itu pun buka suara dan meminta maaf kepada publik.
Trunoyudo menambahkan, Polri menerima semua kritik dan saran dari masyarakat guna membenahi korps Bhayangkara dari berbagai aspek.
"Namun demikian tentunya kami akan tetap konsentrasi, khususnya Polri ya akan melakukan pembenahan-pembenahan apabila didapati dalam hal segala aspek," ucap Trunoyudo.
Klarifikasi Sukatani
Dalam unggahan akun resmi Band Sukatani, mereka tegas menolak ajakan dari Kapolri dan menyinggung adanya intimidasi hingga pemecatan salah satu vokalis Twister Angel sebagai guru.
Sukatani menjelaskan, keadaannya dalam recovery pasca kejadian bertubi-tubi sejak 24 Juli 2024. Sebab mendapat tekanan dari pihak kepolisian hingga menyebabkan kerugian.
"Tekanan dan intimidasi dari kepolisian terus kami dapatkan, hingga akhirnya video klarifikasi atas lagu yang berjudul ‘Bayar Bayar Bayar’ kami unggah melalui media sosial. Kejadian tersebut membuat kami mengalami berbagai kerugian baik secara materiil maupun nonmateriil," tulis Sukatani dalam keterangan yang diunggah, Minggu (2/3).
Dipecat dari Guru
Dia mengapresiasi atas dukungan semua pihak dan bahkan menanggapi pemecatan sepihak dari tempat mengajarnya sebagai guru SD di Banjarnegara. Maka dari itu secara tegas Band asal Purbalingga itu menolak tawaran untuk menjadi Duta Kepolisian.
"Setelah video klarifikasi kami unggah, banyak sekali tawaran-tawaran kepada Twister Angel akibat respon dari adanya pemecatan. Bahkan khususnya kepada Sukatani, tawaran menjadi Duta Polisi dari Kapolri, dengan tegas kami menolak," jelasnya.
Mereka juga menjelaskan soal pemecatan Twister Angel yang dilakukan sepihak oleh yayasan tempatnya bekerja. Hal itu berbeda dengan yang diungkap pihak sekolah kepada publik.
Vocalis di PHK
"Kami meluruskan bahwa Twister Angel benar-benar diberhentikan (Pemutusan Hubungan Kerja) secara sepihak oleh yayasan tempatnya mengajar dengan alasan Twister Angel termasuk salah satu personel Sukatani Band Punk," tegasnya.
"Pemecatan tersebut dilakukan tanpa memberikan ruang dan kesempatan bagi Twister Angel untuk dimintai keterangan. Bahkan, dalam surat pemecatan yang diterima sama sekali tidak menjelaskan apakah keikutsertaan Twister Angel sebagai personel Sukatani sebagai pelanggaran berat," tuturnya.
Soal pentas di Slawi, Tegal tetap mereka lakukan karena sudah kesepakatan sejak sebelum pembredelan lagu "bayar, bayar, bayar". Sedangkan pentas di Sleman merupakan ajang silaturahmi dan dukungan dari rekan-rekannya.