Angin Kencang di Klaten Robohkan Tower Seluler dan Jaringan Listrik
Selain infrastruktur transmisi, petugas mencatat adanya sembilan pohon tumbang yang sempat mengganggu akses jalan dan jaringan kabel di sekitar lokasi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap dampak bencana angin kencang yang melanda Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (14/5) malam. Angin Kencang mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur telekomunikasi dan jaringan listrik di wilayah tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, fenomena cuaca ekstrem tersebut merobohkan satu tower seluler dan merusak satu jaringan transmisi listrik.
"Bencana ini terjadi saat wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain bangunan, infrastruktur vital seperti tower komunikasi dan jaringan listrik menjadi terdampak," kata dia dikutip dari Antara.
BNPB mengkonfirmasi sebagaimana laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, peristiwa itu melanda empat desa di Kecamatan Delanggu dan Polanharjo.
Selain infrastruktur transmisi, petugas mencatat adanya sembilan pohon tumbang yang sempat mengganggu akses jalan dan jaringan kabel di sekitar lokasi.
Dampak kerusakan juga menyasar sektor ekonomi dan pemukiman, di mana dua tempat usaha dilaporkan rusak berat dan dua lainnya rusak ringan.
16 Rumah Rusak
Sementara itu, sebanyak 16 rumah warga tercatat mengalami kerusakan dengan kategori rusak ringan.
"Meskipun terdapat kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan, BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," tambahnya.
Hingga saat ini, tim reaksi cepat BPBD Klaten bersama instansi terkait dan warga setempat masih berada di lapangan untuk melakukan upaya pembersihan material serta koordinasi perbaikan jaringan listrik dan komunikasi agar layanan publik kembali normal.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh cuaca ekstrem.